Warga Singkawang Tolak Aksi Terorisme dan Radikalisme
Singkawang-Harian InHua. Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie mengajak seluruh komponen masyarakat untukbersama-sama menolak dan memerangi aksi terorisme dan terorisme.
Ajakan tersebut disampaikan Tjhai Chui Mie, disela acara pembukaan Gerakan Kebangsaan yang dilaksanakan di panggung Ramadhan Fair, Jalan Merdeka,Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Selasa, 22 Mei 2018.
Gerakan kebangsaan ini memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan rahmat dengan harapan tercurah kepada seluruh komponen masyarakat Singkawang.
Kegiatan tersebut diikuti Wakil Walikota, Irwan, Wakapolres Singkawang Kompol Joko Sulistiyono, perwakilan Kodim 1202 Singkawang, lembaga agama, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Disampaikan Tjhai Chui Mie, tujuan deklarasi anti terorisme dan radikalisme adalah untuk menciptakan Kota Singkawang yang aman, damai, tenang, dan kondusif, serta sebagai upaya menciptakan kerukunan dan keharmonisan di tengah-tenga kehidupan masyarakat yang heterogen.
“Berbagai peristiwa yang terjadi di tanah air belakangan ini, mulai dari kerusuhan napi teroris di Mako Brimob, disusul bom bunuh diri di Surabaya terhadap 3 gereja, dan Sidoarjo, berlanjut bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya. Rentetan peristiwa memilukan ini menjadi penggerak bagi kita bersama untuk melakukan gerakan kebangsaan anti terorisme dan radikalisme. Mari kita cegah dan tangkal sedini mungkin, terhadap segala aksi terorisme, radikalisme, termasuk didalamnya aksi premanisme yan dimulai dari keluarga sendiri dengan selalu mengawasi anggota keluarga yang mengikuti kegiatan yang tidak jelas. Kita tetap kedepankan Singkawang yang selalu aman, damai, tenang, dan kondusif,” ajak Tjhai Chui Mie.
Dalam kesempatan tersebut, Tjhai Chui Mie mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk selalu menjaga silaturahmi dan menjalin hubungan yang harmonis dalam keberagaman etnis dan agama.
Perbedaan yang ada di Kota Singkawang bukan untuk menjadi perselisihan, namun untuk saling mengenal, saling menghormati, dan saling menyayangi.
“Mudah-mudahan, dengan deklarasi anti terorisme dan radikalisme ini, kerukunan dan harmonisasi dalam etnis dan agama bisa, bisa terus kita jaga dan pertahankan,” harapnya.
Wakapolres Singkawang Kompol Joko Sulistiyono mengatakan deklarasi anti terorisme dan radikalisme, tidak hanya menjadi perhatian pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga perlu diteruskan kepada seluruh komponen masyarakat sampai ke akar rumput.
Langkah pencegahan terhadap aksi terorisme dan radikalisme dapat dilakukan dengan pengaktifkan kembali pengamanan di tingkat RT.
Dia menyarankan agar tamu yang datang 24 jam diminta untuk melapor, sehingga yang datang benar-benar teridentifikasi dengan baik.
“Kita mengantisipasi orang asing yang datang ke tempat kita, yan tujuannya untuk mengacaukan kemanan daerah kita. Oleh karena itu, perlu kita cegah dan tangkal bersama sedini mungkin, jangan sampai ada warga kita yang mengikuti jejak-jejak teroris. Kepada keluarga harus diingatkan kalau ada anak yang hilang meninggalkan rumah harus jelas, apakah mereka mengikuti kegiatan pembaiatan teroris dijadikan pengantin untuk bom bunuh diri atau hal-hal lain. Cegah dini ini dimulai dari keluarga,” kata Wakapolres.
Pada momentum orasi kebangsaan, pernyataan sikap dibacakan oleh Khairul Abror, dan yang terlibat sebagai orator kebangsaan adalah Ketua FKUB, Wakapolres, Wakil Walikota Singkawang, dan perwakilan Kodim 1202 Singkawang.
Diakhir kegiatan, seluruh komponen membubuhkan tanda tangan di atas baliho sebagai aksi penolakan dan pemberantasan terhadap tindakan terorisme dan radikalisme. (Rio Dharmawan)




