Jakarta  – Pemerintah mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi yang baru.

 

Hal tersebut ditempuh melalui percepatan industrialisasi, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi di berbagai wilayah.

“Setiap kementerian/lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK, melalui upaya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sebagaimana diketahui, realisasi pertumbuhan investasi di triwulan I 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22 persen secara tahunan (yoy). Disusul oleh penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.569 orang atau naik 18,93 persen (yoy).

Dari keseluruhan investasi, sektor hilirisasi tetap menjadi kontributor terbesar dengan angka 30 persen dari total investasi.

Lebih lanjut, Airlangga mencontohkan kebutuhan adanya pusat data (data center) di Indonesia dalam era kecerdasan artifisial (AI) dan quantum computing seperti sekarang ini.

Terdapat dua lokasi KEK yang dapat menjadi landing point dalam pembangunan data center di Indonesia yaitu Batam dan Bitung.

“Jadi data center ini adalah salah satu peluang. Oleh karena itu, kami minta kepada BUPP untuk terus memonitor, dan juga karena Pak Presiden Prabowo pernah mengatakan bahwa kita perlu fine tuning KEK-KEK yang sudah ada dengan fasilitasnya,” ujar Airlangga.

“Kita akan lanjutkan KEK-KEK yang betul-betul bisa beroperasi penuh dalam waktu 3-4 tahun ke depan sehingga betul-betul menunjang pertumbuhan ekonomi,” katanya menjelaskan.

Pada 23 April lalu, Kemenko Perekonomian telah melaksanakan High-Level Roundtable Discussion Link and Match Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja di KEK bersama Menteri Ketenagakerjaan.

Setiap BUPP didorong untuk mengoptimalkan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya dalam mengidentifikasi serta menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing KEK, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pelatihan vokasi yang tepat sasaran.

“Saya berharap hasil Rapat Kerja Nasional KEK yang akan berlangsung dalam dua hari ke depan ini dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang saat ini dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal,” kata Menko Airlangga.

(Antara)