The news is by your side.

Wanda, Vivo Hingga HiSense: Sponsor Perusahaan China di Piala Dunia Rusia 2018?

243

Jika Piala Dunia ini dilihat sebagai peluang perusahaan Rusia untuk terbuka dan promosi bagi komunitas internasional, bisnis dari Cina justru dengan cepat membajak platform global untuk menjual barang dagangan mereka ke dunia.

Tidak ada Piala Dunia terdahulu atau sekarang yang memiliki kehadiran perusahaan Cina sekuat Rusia 2018, dengan perusahaan-perusahaan asal Tiongkok untuk pertama kalinya ada di garis terdepan untuk menjadi terkenal dikalangan dunia.

Mulai dari perimeter signage dan layar rekaman video pertandingan, hingga adanya stan promosi di halaman depan tempat-tempat utama serta di televisi dan di sekitar Moskow, pemandangan karakter Cina dan suara voice-over Mandarin tidak dapat dihindari.

Perusahaan Cina telah keluar dari zonanya untuk bermain di dunia perbisnisan dunia dengan gaya baru.

Namun di tengah keterlibatan China yang masif di  piala dunia kali ini menimbulkan beberapa pertanyaan bagi para penonton yang biasanya didominasi negara Barat: apa yang sebenarnya perusahaan China lakukan di piala dunia?.

“Jadi, apa itu Wanda? Apa yang mereka lakukan?” tanya Jim, gemilang dasalah satu penonton pertandingan yang dibalut kemeja hijau Irlandia Utara di luar Stadion Luzhniki.

“Kami melihatnya di seluruh Piala Dunia, tetapi kami tidak tahu apa itu.”

Dari tujuan politik hingga promosi seadanya

Dengan perusahaan yang berkecimpung di jenis usaha beragam seperti pengembangan properti dan bioskop, perusahaan besar di China ini, Wanda berhasil membuat kehadiran mereka dapat dirasakan dunia melalui papan iklannya di sekitar lapangan. Namun kelihatannya, mereka tampaknya hanya melakukan sedikit usaha untuk memberi tahu dunia tentang apa yang perusahaan mereka lakukan.

Namun tujuan dari Wanda terlibat dalam sponsor piala dunia kali ini adalah untuk memperkenalkan perusahaannya – dimana Wanda juga adalah pemilik Infront, yang menjual hak siaran FIFA secara global – yang mungkin ingin terlibat untuk alasan politik daripada komersial.

Berbeda dengan Wanda yang hanya ingin menjual nama perusahaannya, Hisense dan Vivo setidaknya tidak memiliki tujuan seperti itu. Di dalam stan nya, perusahaan ini memberikan konsumennya beberapa produk untuk dijual, layar televisi dan ponsel yang diproduksi oleh perusahaan masing-masing dipajang untuk siapa saja yang ingin menyentuh dan merasakan produknya.

Respon penonton terhadap promosi perusahaan China

Namun, beberapa penonton tampaknya tidak terlalu tertarik dengan produk-produk China ini. Sebuah permainan sepak bola robotik interaktif di stan Vivo tidak banyak digunakan  oleh pengunjung dan produk telepon genggam miliknya tampaknya menarik sedikit minat.

Para pendukung yang menghadiri pertandingan Piala Dunia umunya hanya datang untuk menonton pertandingan sepak bola daripada menelusuri perangkat elektronik baru. Hal ini menunjukkan perusahaan tersebut tampaknya tidak siap untuk memanfaatkan peluang ini.

Produsen susu terbesar kedua di China Mengniu memiliki produknya yang berjajar di stan luas yang menampilkan sapi plastik yang dicat, permainan interaktif dan potongan Lionel Messi untuk peluang berfoto.

Tetapi para penonton yang mengunjungi stan susu itu hanya diberi kesempatan terbatas untuk mencoba produk-produk produksi  perusahaan tersebut.

Nyet, nyet, tidak,” kata Alexandra yang bertugas menjada stand. “Tidak untuk dijual,” dia menekankan sambil melambaikan tangannya ke arah lemari es yang terbuka penuh botol dan karton yang tertata rapi yang dipajang di belakangnya.

“Hanya ini (yang dijual),” katanya, menunjuk pada freezer setinggi pinggang yang berisi koleksi es krim berlapis cokelat yang segelintir penggemar harus mengambil sampel beberapa meter jauhnya.

“Rasanya tidak buruk,” kata John, berasal dari Afrika Selatan tetapi sekarang tinggal di Connecticut di Amerika Serikat. “Ya, tapi itu tidak seenak Magnum,” timpal temannya. “Atau Haagen-Dasz.”

Sementara peminat dari negara lain tampaknya masih sedikit, sejumlah besar penggemar sepak bola asal Cina yang hadir di Stadion Luzhniki lebih banyak tertarik untuk terlibat dalam promosi produk ini. Beberapa dari mereka berkumpul di sekitar stan, yang lain tersebar di lapangan menikmati promosi yang ada.

“Saya bangga perusahaan-perusahaan ini ada di sini,” kata penggemar sepak bola asal Tiongkok Zheng Yi, dari Shanghai, saat dia menatap stand Vivo. “Tapi aku berharap timku (dari China) juga bertanding di sini.” (SCMP)

Leave A Reply

Your email address will not be published.