Surabaya – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengapresiasi para pelaku usaha ritel modern yang memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sehingga mereka memiliki wadah untuk menjajakan produk-produknya.

“Luar biasa kami apresiasi sekali karena sangat kreatif. Di sini memberikan wadah untuk para UMKM sehingga mereka pun bisa berjualan produk-produknya,” katanya kepada ANTARA di Surabaya, Selasa.

Selain mendapat ruang di etalase, Roro mengatakan fasilitas ritel modern ini juga bisa memberi nilai tambah terhadap produk-produk UMKM.

Ia mencontohkan, terdapat pelaku ritel modern di Surabaya, Jawa Timur, yang mewadahi puluhan ribu produk UMKM mulai dari sambal, keripik, kue, bumbu masak, kerajinan tangan, dan sebagainya yakni Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy.

Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy sendiri telah melegenda dan menjadi ikon Kota Pahlawan hingga menjadi jujukan setiap wisatawan dalam negeri maupun luar negeri yang berkunjung ke Surabaya untuk mencari buah tangan.

Posisi ritel modern Bu Rudy tersebut memberi nilai tambah kepada produk UMKM yang ada di etalasenya karena banyak produk UMKM yang pada akhirnya menjadi oleh-oleh yang wajib dibeli oleh para wisatawan.

“Menurut saya ini menjadi nilai tambah karena memberikan wadah untuk para UMKM sehingga siapa pun yang berkunjung ke Surabaya ketika mereka mau berbelanja ke Bu Rudy maka ada produk UMKM ini,” ujar Roro.

Ia berharap upaya ritel modern yang memfasilitasi produk UMKM ini dapat memberikan dampak berganda atau multiplier effect baik bagi pelaku ritel modern, UMKM, maupun bagi perekonomian di daerah dan nasional.

Terlebih, beberapa produk UMKM di etalase pusat oleh-oleh Bu Rudy sudah ada yang berhasil ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang sehingga menjadi bukti bahwa produk lokal diminati pasar internasional.

Roro ingin keberhasilan ini menjadi contoh bagi pelaku ritel modern lainnya untuk dapat membantu pemerintah dalam memajukan produk-produk UMKM agar naik kelas.

“Kami berharap ini menciptakan multiplier effect karena lebih laku produknya dan lebih dikenal. Apalagi Bu Rudy ini di ritel yang menjadi pusat untuk mendatangkan para wisatawan.Tadi saya lihat bahkan ada yang dari luar negeri (pengunjung),” katanya.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti bersama Pemilik Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy melihat produk-produk UMKM di Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026). (ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah)

Direktur Usaha Kuliner Bu Rudy Ferry Siswadi menyebutkan terdapat 10.000 produk milik lebih dari 800 UMKM yang berada di etalase pusat oleh-oleh Bu Rudy dengan 50 sampai 80 produk di antaranya telah mampu menembus pasar global.

 

Pemilik Bu Rudy yaitu Lanny Siswandi mengaku kesulitan di masa-masa pandemi COVID-19 adalah titik awal dirinya terpikir untuk membantu para pelaku UMKM.

Kala itu, kata Lanny, ia prihatin dengan UMKM yang terimbas pandemi COVID-19 hingga akhirnya dia membangun pusat oleh-olehnya menjadi lebih besar agar dapat menampung lebih banyak produk-produk UMKM.

Ia mengungkapkan hanya ada dua syarat agar produk UMKM bisa masuk etalase Bu Rudy yakni memiliki Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yaitu izin edar penting bagi produk makanan/minuman olahan UMKM serta bersertifikat halal.

“Kita saling bantu, UMKM juga harus menjaga produknya kalau mau terus berjalan bersama Bu Rudy. Saya juga ingin UMKM sukses. Jangan Bu Rudy saja yang sukses. Saya hanya punya impian seperti itu. UMKM maju bersama Bu Rudy,” kata Lanny.

(Antara)