Perayaan Waisak 2562 BE Kota Singkawang Berlangsung Khidmat
Singkawang-Harian InHua. Perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE, di sejumlah Vihara Kota Singkawang berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat.
Acara perayaan diawali dengan penyambutan detik-detik Waisak 2562 BE yang dilaksanakan di Vihara Dharma Buddha Cikung, Jalan Raya Sagatani, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Senin, 28 Mei 2018.
Panitia perayaan Waisak 2562 BE, bersama umat Buddha dari berbagai majelis agama Buddha, dan ratusan siswa siswi sekolah Asoka menyambut detik-detik Waisak dengan menyalakan seribu lilin dan pelepasan lampion terbang.
Ketua panitia Waisak Bersama Kota Singkawang, Candra Bun Tantono menyampaikan, pelaksanaan Tri Suci Waisak 2562 BE, sudah dimulai sejak Senin pagi, dengan ritual pengambilan air berkah di Ambhavana Arama.
“Perayaan Waisak untuk tahun ini, jatuh pada hari Selasa, 29 Mei 2019. Beberapa waktu sebelumnya, kita telah melaksanakan ziarah dan membersihkan makam Tokoh Buddha di makam Pahlawan Bambu Runcing, Kelurahan Roban, Singkawang Tengah, dilanjutkan dengan Jalan Sehat Kerukunan, dan lomba membaca ayat-ayat suci Dhammapadda di Vimala Chanda Arama. Dan puncaknya pada 9 Juni, kita akan menggelar Dhammashanti Waisak dan bazaar Buddhis di halaman Happy Building, Jalan GM. Situt, Singkawang Barat,” ujarnya.
Perayaan Waisak di Vimala Chanda Arama dilaksanakan pada Selasa, 29 Mei 2018, pukul 9 pagi diawali dengan prosesi Fangshen atau pelepasan burung, dipimpin oleh Bhante Thitayanno. Usai fangshen dilanjutkan dengan amisa juja, penyalaan lilin panca warna, gatha pendupaan, dhammadesana yang disampaikan Bhante Thitayanno, pelimpahan jasa dan pemberkatan air amertha, dan diakhiri dengan pindapata atau persembahan dana makanan kepada para Bikhu.
Bhante Thitayanno dalam penyampaian Dhammadesana mengatakan, Waisak merupakan hari suci yang selalu diperingati oleh seluruh umat Buddha, pada saat bulan purnama sidhi untuk memperingati tiga peristiwa penting yang terjadi pada diri sang Buddha Gautama, yaitu lahirnya Pangeran Siddharta pada tahun 623 SM, pencapaian penerangan agung Pertama Gautama menjadi Buddha di tahun 588 SM, dan pencapaian parinibana Buddha Gautama di tahun 543 SM.
Dalam kesempatan tersebut, Bhante Thitayanno menyampaikan pesan kepada segenap umat Buddha yang hadir, untuk memaknai Waisak 2562 BE tidak hanya merenungkan tiga peristiwa agnung yang dilamai oleh Buddha Gautama, tetapi hendaknya menjadikan momen perayaan Waisak sebagai penyadaran diri akan pentingnya mengaplikasi dan mempraktekan ajaran Buddha didalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap dan prilaku yang luhur, moralitas dan mengembagkan cinta kasih dan kasih sayang kepada sesama.
Perayaan Waisak di Vihara Dharma Buddha Maitreya, Jalan Tsjafioeddin juga berlangsung meriah. Pantuan Harian InHua, acara perayaan yang dilaksanakan di halaman SMK Mudita, selain dihadiri umat Buddha Vihara Dharma Buddha Maitreya, juga dihadiri ratusan siswa siswi SMP Barito, SMK Mudita dan masyarakat umum yang bergama Buddha.
Beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan pada malam itu, diantaranya penyalaan seribu lilin, pemandian Buddha rupang, pelepsan lampion terbang, dan atraksi Barongsai.
Perayaan Waisak juga dilaksanakan umat Buddha Vihara Triratna, Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.
Ratusan umat Buddha Tantrayana Zheng Fo Zong, bersama panitia Waisak Bersama Kota Singkawang melaksanakan ritual kebaktian dan pemandian Rupang Buddha Sakyamuni. (Rio Dharmawan)







