Pengurus Gema Inti Jatim Periode 2018-2022 Dilantik Bertekad Turut Membangun Kreativitas Bangsa

0 429

Tionghoa merupakan bagian integral dari Bangsa Indonesia dan berkomitmen memberikan kontribusi secara maksimal. Generasi Muda Tionghoa PD Jatim memulai kepengurusan baru periode 2018-2022 bertekad mengusung krativitas membangun bangsa, hal itu disampaikan ketua terpilih Evans Winata selesai pelantikan (19/5).

Pengurus Gema Inti Jatim dilantik Ketua Umum Gema INTI Krista Wijaya disaksikan Teddy Sugianto Ketua INTI pusat, Gatot Seger Santoso Ketua INTI Jatim beserta jajarannya. Menariknya setelah pelantikan berlangsung, pengurus yang baru menggelar konferensi Elemen Energi Ekosistem dengan pembicara Fadjar Hutomo Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kratif (Bekraf) dan Rico Satria Chandra memaparkan Internet Empire.

Acara tersebut dihadiri elemen masyarakat diantaranya Rotary Club, GP Anshor, Pemuda Hakka, Pemuda Fuqing, muda mudi vihara, gereja dan sebagainya.

Evans Winata menjelaskan Gema Inti adalah sayap organisasi INTI yang didalamnya kalangan muda bertujuan mendorong kreativitas. “Saya dibantu wakil, sekertaris, bendahara yang memiliki banyak departemen sosial kemasyarakatan seperti IT, olahraga dan ekonomi bisnis. Untuk Ekonomi bisnis terdapat bidang UKM, hubungan luar negeri, industri dan properti,” terang Evans.

Evans Winata meminta dukungan semua pihak dalam menjalankan programnya demi kemajuan bersama sehingga mewarnai pelangi Indonesia. Teddy Sugianto ketua INTI pusat mendukung gerak langkah pengurus Gema INTI Jatim yang baru dan meminta kegiatan banyak melibatkan unsur kemasyarakatan guna merekatkan persatuan dan kesatuan.

Fadjar Hutomo Deputi Akses Bekraf juga meminta Gema INTI Jatim membantu pelaku UKM bukan permodalan tapi akses jaringan. Fadjar memaparkan Bekraf didirikan Presiden Jokowi dan berdasarkan survei BPS telah memberikan 1000 Triliun untuk PDB Nasional. Dalam 3 tahun, terang Fadjar, Presiden Jokowi membangun logistik dan infrastruktur, kini SDM yang memiliki kreativitas tinggi dan mampu berinovasi.

Saat ini seluruh dunia membicarakan potensi ekonomi  kreatif karena menyadari sumber alam tidak bisa terus diandalkan selamanya. Salah satunya Arab Saudi siap menjalankan visi pada 2030 dengan membangun fasilitas hiburan agar jamaah dari berbagai negara bisa menginap lebih lama sehingga menambah pendapatan negara.

Ada 16 sektor dari Bekraf seperti aplikasi, game, animasi, kuliner, photography, musik, publishing, entertainment program TV Radio dan sebagainya. Urutan tertinggi memberikan kontribusi adalah kuliner disusul fashion dan kriya. Ketiganya memberikan kontribusi hampir 75% untuk pendapatan negara. Bekraf pun mempopulerkan dua makanan Indonesia yakni Soto dan Kopi, karena terdapat 75 jenis Soto dari Sabang sampai Merauke, demikian pula Kopi di setiap daerah memiliki cita rasa berbeda, terang Fadjar.

Dunia film di tanah air juga semarak, pada 2017 tercatat ditonton 17 juta orang. Fadjar mencontohkan salah satunya film Warkop DKI 1 dan 2, ditonton 11 juta orang dengan modal 10 milyar dan biaya promosi 20 milyar meraup keuntungan kurang lebih 200 milyar, sehingga dapat menjadi pilihan investasi menarik. (Av)

Leave A Reply

Your email address will not be published.