Pengawasan Lebih Ketat untuk Pemandu Wisata dari China di Bali

0 109

Setiap tahun, jutaan wisatawan berburu surga tropis berdatangan ke Bali yang indah untuk bersantai dan bersantai, termasuk wisatawan dari China.

Turis China memuncaki angka pariwisata di Indonesia. Bahkan, beberapa destinasi favorit mereka di Indonesia adalah pulau Bintan, Manado, Kupang, dan tentu saja, Bali.

Pada bulan November 2017, laporan South China Morning Post menyarankan sejumlah besar wisatawan Bali berasal dari China dan jumlah pengunjung yang melonjak memiliki banyak dampak negatif di pulau Indonesia. Ini termasuk degradasi lingkungan, krisis air dan limbah, dan masalah lalu lintas yang meningkat.

Namun demikian, Indonesia masih bertujuan untuk menarik 10 juta wisatawan dari China pada 2019.

Tapi sekarang, masalah baru telah muncul. Menurut Dewan Legislatif Bali (DPRD), ada beberapa kasus di mana turis China menjadi pemandu ilegal.

Anggota DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana telah meminta pemerintah provinsi Bali untuk memantau wisatawan yang datang ke pulau itu untuk bekerja.

“Pemerintah harus mengetatkan dan memantau wisatawan yang bekerja paruh waktu sebagai pemandu di Bali,” kata Adi Ardhana yang dikutip Kompas.com. “Jika mereka terus mengabaikannya, itu akan merusak sektor pariwisata di masa depan.”

Menurut Adi Ardhana, pemandu dari divisi Mandarin Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), atau Indonesia Guide Organisation, telah meminta pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap pemandu ilegal dari China.

Sementara itu, Ketua Badan Urusan Umum Bali (Satpol PP) Made Sukadana mengatakan, agensinya telah menutup dua agen perjalanan karena melanggar peraturan.

“Kami menutup dua agen perjalanan di Kuta karena tidak memiliki izin operasi,” katanya. “Sebelumnya, kedua agen itu melayani turis Eropa, Cina, dan domestik.”

Made Sukadana, yang telah melacak agen perjalanan online bersama polisi, juga berharap penduduk setempat akan melaporkan semua pemandu ilegal ke Satpol PP Bali.

Leave A Reply

Your email address will not be published.