Sikap optimis yang ditunjukkan oleh Bank Indonesia dan tertundanya perang perdagangan AS dan China membuat rupiah akhirnya menguat terhadap dolar AS.
Mengutip Bloomberg, Selasa (22/5) di pasar spot rupiah tercatat menguat menguat 48 poin atau 0,34% pada Rp14.142 per dolar AS. Sementara itu, pada Rabu, 23 Mei 2018, di situs web Bank Indonesia menunjukkan rupiah menguat kembali di angka Rp 14.121 per dollar AS.
Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka mengatakan rupiah menguat lagi karena baik BI dan Kementerian Keuangan menyatakan komitmennya untuk menciptakan ekonomi domestik yang kuat. “Padahal, Sri Mulyani optimistis defisit anggaran negara 2019 akan lebih baik dengan jatuh di bawah 2%,” kata Ibrahim, Selasa (22/5).
Menurut pernyataan positif Ibrahim BI tentang prospek masa depan ekonomi Indonesia akan membaik, pemain pasar ini ditunggu dan membuat rupiah kembali menguat.
Sementara itu, faktor eksternal seperti penundaan pelaksanaan perang dagang antara AS dan China juga membuat indeks dolar AS melemah dan berdampak positif bagi rupiah. “Pertemuan AS dan Cina telah ditunda untuk membuat rancangan baru untuk solusi menang-menang,” kata Ibrahim.
Pelaku pasar menanggapi penundaan pertemuan secara positif.