Membludaknya Jamaah Saat Buka Puasa di Masjid Cheng Ho

0 378

Suasana Kota Surabaya semakin hari mulai kembali normal dan bergairah pasca terjadinya insiden bom bunuh diri. Masyarakat muslim menjalankan ibadah puasa dan sholat malam tarawih di semua masjid besar maupun musholla kampung. Termasuk Masjid Cheng Ho Surabaya yang menjadi langganan banyak warga untuk datang melaksanakan sholat tarawih sekaligus berbuka puasa gratis.

Pada Ramadhhan tahun ini, pihak pengelola Masjid Cheng Ho menyediakan kurang lebih 650 bungkus nasi lengkap dengan minuman dan kurma. Bila tahun-tahun sebelumnya, jamaah mendapatkan kupon untuk pengambilan nasi kotak, kali ini berbeda. Jamaah hanya duduk dan petugas membagikan takjil berbuka sehingga lebih tertib. Panitia tetap menyediakan nasi tambahan bila jamaah membludak.

“Nasi untuk berbuka dipesan dari katering dan setiap harinya berganti-ganti menu. Tahun ini kami menyediakan 650 bungkus lebih, biasanya ratusan nasi datang dari para donatur untuk diberikan warga. Kami menyalurkan kembali kepada masjid-masjid yang membutuhkan,” jelas Ustad Liem Fuk San.

Masih penjelasan Ustad Liem Fuk San, sejak hari pertama digelar sholat tarawih di Masjid Ceng Hoo, pelaksaan sangat aman karena penjagaan dilakukan pihak aparat. “Kami berharap semua menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan saling mengasihi dan menyayangi terhadap sesama. Surabaya selama ini dikenal sebagai kota yang aman dan menjunjung tinggi toleransi, semoga tidak ada lagi insiden seperti yang telah terjadi kemarin. Roda ekonomi berputar kembali dan masyarakat sejahtera bersama,” harap Liem Fuk San.

Sementara itu beberapa perkumpulan masyarakat yang merencanakan pembagian makanan berbuka, berkeinginan tetap menjalankan tanpa rasa khawatir. “Kami tetap menyelenggarakan buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa seperti tahun lalu. Kami selalu berharap Surabaya tetap aman damai, masyarakat dapat menjalankan ibadah masing-masing,” tutur Nenti dari CSR Matahari Sakti.

Pasca bom bunuh diri terjadi, hampir seluruh mall sepi pengunjung tentu saja berpengaruh besar terhadap omzet para tenant. Tidak hanya mall, jalanan kota pun nampak lengang. Masyarakat memilih mengamankan diri di rumah mengurangi aktivitas di luar. Namun kini, pusat-pusat perbelanjaan di Surabaya berangsur ramai. Pengunjung pun merasa aman karena penjagaan juga diperkatat.

“Saya tetap memilih shoping di mall, tidak ada perasaan was-was, karena kondisinya sudah aman,” jelas Dini warga Malang yang berbelanja di salah satu mall besar di Surabaya.

Febriana salah satu warga Surabaya mengajak seluruh keluarganya berbuka puasa di mall. Febriana mengaku lebih praktis berbuka puasa di mall, karena selain menunya banyak dan dapat memilih makanan yang disukai seluruh keluarga dengan harga yang terjangkau.

Dalam dua hari terjadinya bom di Surabaya, kerugian yang diderita perusahaan retail mencapai 70 persen atau 33,9 milyar terang Aprilia Wahyu Widarti Ketua Aprindo Jatim. Bambang salah satu manager supermarket mengatakan agar pengunjung mau datang kembali dengan menambah penjagaan untuk memberi rasa aman dan promosi.  Sutandi Purnomosidi Ketua Asosiasi Pengurus Pusat Belanja DPD Jatim mengatakan kondisi mall selama lima hari terakhir mulai normal sekitar 80 persen dan terus menunjukkan peningkatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.