Kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia: Mengapa Baru Sekarang?

0 180

Perdana Menteri Narendra Modi pada Selasa (29/5), memulai kunjungan lima harinya ke Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk mengkonsolidasikan hubungan negeri anak benua ini dengan tiga mitra strategis penting di kawasan Asia Tenggara, dengan kesepakatan kunci yang diharapkan dalam bidang pertahanan dan ruang angkasa.

Pemberhentian pertama Modi adalah Indonesia—negara terbesar di kawasan ini dan tetangga dekat maritim. Menurut perkiraan, jarak terpendek antara Kepulauan Andaman India dan provinsi Aceh di Indonesia tidak lebih dari 80 mil laut. Kapal laut negeri anak benua melakukan kunjungan rutin ke pelabuhan Indonesia, dan patroli laut gabungan telah berlangsung selama beberapa tahun.

Sorotan utama dari kunjungan itu adalah kesepakatan yang memungkinkan India untuk mengakses pulau Sabang yang strategis di ujung utara Sumatra dan dekat dengan Selat Malaka. Bahwa Indonesia dapat memberikan negeri anak benua ini akses ke pulau itu ditunjukkan dalam pidato baru-baru ini di New Delhi, dengan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan.

Negeri anak benua ingin berinvestasi di pelabuhan dan zona ekonomi di sini, dan jika perjanjian ini tercapai selama kunjungan Modi saat ini, itu akan memberi pemerintah India pijakan di suatu wilayah. Itu akan menjadi pendorong untuk kebijakan ‘Bertindak Ketimuran’ pemerintah Modi. Pijakan semacam itu di kawasan ini juga diharapkan menawarkan lingkup yang lebih besar bagi negeri anak benua untuk meningkatkan profilnya di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di halaman Facebook-nya, Modi mengatakan akan berada di Jakarta atas undangan Presiden Indonesia Joko Widodo. “Ini adalah kunjungan pertama saya ke Indonesia sebagai Perdana Menteri. Saya menantikan diskusi saya dengan Presiden Widodo pada tanggal 30 Mei, juga untuk interaksi bersama kami dengan Forum CEO India-Indonesia. Saya juga akan membahas komunitas India di Indonesia,” katanya.

“Kedua negara ini mempunyai masyarakat multi-etnis, multi-agama, plural, dan terbuka. Saya yakin kunjungan saya ke Indonesia akan menciptakan sinergi yang lebih besar antara dua negara demokrasi terbesar di Asia ini, dan lebih meningkatkan hubungan bilateral kami,” katanya.

Menurut Harsh V. Pant—Profesor Hubungan Internasional di King’s College yang berbasis di London—terdapat pengakuan yang meningkat di pemerintahan Indonesia tentang “peran yang dapat dimainkan pemerintahan India dalam menyusun keseimbangan kekuatan yang menguntungkan di kawasan ini.”

Indonesia tidak secara resmi menjadi bagian dari prakarsa dialog empat pihak India-Amerika Serikat-Jepang-Australia, tetapi dapat menjadi mitra dialog yang serius mengingat profilnya. Menurut laporan berita, Presiden Indonesia Joko Widodo—yang dikenal sebagai Jokowi—ingin mempromosikan rencana yang disebut ‘Poros Maritim Dunia’, yang mencakup komitmen terhadap jalur laut Indo-Pasifik untuk menyeimbangkan ambisi China yaitu Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI).

Secara ekonomi, kedua negara tersebut adalah dua negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di kawasan ini. India adalah mitra dagang terbesar di Indonesia di antara negara-negara Asia Selatan, dan mitra dagang terbesar keempat di dunia. Perdagangan bilateral mencapai $18,13 miliar tahun lalu, naik 22,34 persen dari tahun 2016. Negeri anak benua adalah investor asing terbesar keenam belas di Indonesia. Kedua negara ini bertujuan untuk menumbuhkan perdagangan dua arah menjadi $50 miliar pada tahun 2025, sementara investasi dua arah diperkirakan mencapai $50 miliar.

Dari Indonesia, Modi akan melakukan perjalanan ke Malaysia untuk pertemuan singkat dengan Perdana Menteri Mahathir Mohammed yang baru terpilih, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri India.

Modi kemudian akan berangkat ke Singapura sebagai tujuan terakhir dalam kunjungannya di Asia Tenggara, di mana ia akan menyampaikan pidato dalam Dialog Shangrila—sebuah pertemuan tertutup tahunan di Singapura yang menyatukan para menteri pertahanan dan pejabat militer senior di kawasan itu. Dialog ini diselenggarakan oleh International Institute of Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London dengan dukungan pemerintah Singapura. “Ini akan menjadi kesempatan untuk mengartikulasikan sudut pandang negeri anak benua pada isu-isu keamanan regional dan pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu,” kata Modi di unggahan Facebook-nya.

Selama segmen bilateral dalam kunjungannya, Modi “akan berfokus pada peningkatan kemitraan India-Singapura di bidang Fintech, pengembangan keterampilan, perencanaan kota, dan kecerdasan buatan. Entitas Singapura telah menjadi mitra utama negeri anak benua di bidang-bidang seperti pembangunan perkotaan, perencanaan, kota pintar, dan pembangunan infrastruktur,” kata perdana menteri tersebut dalam unggahannya. (matamatapolitik)

Leave A Reply

Your email address will not be published.