Jatim Dipastikan Aman Kelancaran Distribusi BBM LPG Jelang Libur Sekolah Hingga Lebaran

0 69

Setelah menjamin kelancaran kebutuhan bahan pokok selama Ramadhan hingga berakhir, Gubernur Jatim Soekarwo juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) terpenuhi. Alasan keterlambatan BBM di daerah pada musim liburan sekolah hingga mudik lebaran berdampak luar biasa bagi pengguna jalan maupun masyarakat lainnya. Distribusi kelancaran BBM harus terus diperkuat terutama pada periode waktu tersebut.

Hal itu disampaikan Soekarwo kepada GM Pertamina Marketing Operation Region V, Ibnu Choldum. Kemampuan Pertamina mengawal kelancaran BBM dan LGP pada periode ini merupakan keberhasilan mengantisipasi kebutuhan, menyiapkan kondisi, dan memberikan kemudahan sesuai harapan masyarakat. Soekarwo mengingatkan perhatian juga dilakukan di titik-titik kawasan macet yang berjauhan dengan SPBU. Juga kawasan wisata seperti Malang Raya, Lamongan, dan Banyuwangi yang memiliki potensi peningkatan konsumsi BBM, serta jalan tol baru yang masih dalam tahap fungsional.

Soekarwo meminta Pertamina untuk menambah stok LPG di Jatim karena sebagian besar masyarakatnya adalah UMKM dan meningkat produksinya selama bulan puasa hingga lebaran mendatang. “Selain untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti memasak, LPG dipergunakan untuk kebutuhan produksi. Masyarakat yang awalnya menjual pisang, saat ini mengolah menjadi kripik pisang,” ujarnya.

Pertamina jamin stok BBM lancar di Jatim

Ibnu Choldum memastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG di Jatim aman. Sebab, pihaknya menambah stok 15-25 persen BBM, baik Premium, Pertalite, Pertamax dan Solar selama libur panjang sekolah hingga Hari Raya Idul Fitri 2018.

Selain memberikan perhatian terhadap titik titik kemacetan dan daerah tujuan wisata  sebagaimana disarankan Gubernur Jatim melalui  penyiagaan mobil-mobil tangki Pertamina juga akan menempatkan tangki di rest area jalan tol. Ibnu Choldum juga berjanji pihaknya akan menjemput pengguna kendaraan yang mogok di jalan raya akibat kekurangan BBM.

Sementara itu stok berbagai barang kebutuan pokok di Jatim hingga saat ini cukup secara keseluruhan baik di pasar kabupaten/kota, terang Soekarwo. Beberapa komoditi mengalami surplus hingga Juli 2018 yakni beras, gula cabe merah besar, cabe rawit merah, cabe merah keriting, jagung, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam.

Pada Juli mendatang beras surplus 859.241 ton. Komoditi gula, stok di gudang Bulog Jatim mencapai  25.762 ton, sedangkan produksi gula di Jatim/Tahun mencapai 1.010.447,1 ton dengan jumlah konsumsi mencapai 450.000 ton/tahun. Cabe merah besar, pada selama bulan Mei, Jatim surplus 569 ton, pada Juli mendatang surplus 1.635 ton. Kemudian komoditi cabe merah keriting juga surplus 13,631 ton hingga bulan depan.

Komoditi lainnya yang juga surplus hingga Juli 2018, imbuh Soekarwo, adalah jagung surplus 246.254 ton, bawang merah surplus 17.426ton, daging sapi 3.463 ton, daging ayam ras 30,552, dan telur ayam dengan surplus mencapai 88,762.

“Kami hanya mengimpor kedelai dan bawang putih. Tingkat konsumsi kedelai di Jatim mencapai 410 ribu ton, sedangkan produksinya mencapai 350 ribu ton atau sebanyak 37% dari produksi nasional, sehingga masih kurang 60 ribu ton” imbuh Soekarwo.

Dalam menjaga kestabilan harga pangan, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Bulog menyiapkan 116 gerai di pasar-pasar. Juga bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Polda Jatim Kodam, dan Satgas Pangan, melakukan pengecekan secara langsung ke gudang-gudang penyimpanan bahan pokok bertujuan menghindari penimbunan. Selain itu melakukan operasi pasar dan memberikan subsidi ongkos angkut, biaya buruh, dan biaya pengemasan agar bahan pokok bisa sampai di pasar atau Distributor 4. (Av)

Leave A Reply

Your email address will not be published.