Indahnya Persaudaraan: Kedubes China dan PBNU Sepakati Kerjasama Bangun Sarana Air Bersih

0 159

Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) untuk Indonesia dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menandatangani kesepakatan kerja sama untuk membangun fasilitas air bersih. Ada lima lokasi yang akan dibangun fasilitas air bersih, yaitu Kempas Kempek Pesantren Cirebon, Desa Krangkeng, Desa Dadap (Indramayu), Desa Wanakerta (Karawang), dan Desa Wanasari (Subang).

Duta Besar China Xiao Qian mengatakan fasilitas itu akan dilengkapi dengan kamar mandi, toilet, tempat penampungan air dan septic tank.

“Tahun ini kami akan membangun di Cirebon, Indramayu dan Karawang di Jawa Barat,” kata Qian saat berbuka puasa bersama Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di Pesantren Al-Tsaqafah Jakarta, Rabu (23/5).

Qian menjelaskan, pembangunan fasilitas air bersih pertama yang bekerjasama dengan PBNU ada di Tanara Banten. Saat ini, fasilitas tersebut sudah digunakan oleh masyarakat sekitar.

Ia berharap, pembangunan fasilitas air bersih dapat dinikmati dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat yang kesulitan mendapatkan air.

“Ini anggaran dan tempatnya masih terbatas. Tapi kerja sama ini akan kami tindak lanjuti dan skalanya akan diperbesar,” jelasnya.

Senada dengan Qian, KH Said Aqil Siroj juga berharap fasilitas air bersih yang akan dibangun itu dapat memberikan manfaat dan berkah bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah hubungan budaya, bukan politik,” katanya.

Kerja sama lebih jauh dari Tiongkok untuk Indonesia

Kiai Said menjelaskan, PBNU dan pemerintah China akan menjalin kerja sama di bidang lain, terutama pendidikan. Pemerintah Cina berencana untuk memberikan beasiswa kepada dosen Unusia Jakarta untuk melanjutkan studi ke negeri tirai bambu.

“Ada beasiswa untuk 13 dosen Unusia Jakarta untuk belajar di China dari pak duta besar. Programnya adalah teknik informatika, sains, teknologi, dan lain-lain,” katanya.

Untuk jangka panjang, Duta Besar Qian Kiai Said menawarkan beasiswa kepada Muslim Cina untuk belajar di Indonesia jika mereka ingin belajar Islam.

“Pelatihan jangka pendek imam dan pengkhotbah Muslim Cina di NU. Jadi ceramah itu sopan, ramah, dan keren, tidak radikal,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.