Dhammashanti Waisak Pemangkat Perkokoh Harmoni dalam Kebhinekaan untuk Bangsa
Pemangkat-Harian InHua. Ribuan umat Buddha Kecamatan Pemangkat, mengikuti acara perayaan Dharmasanti Waisak 2562 BE, yang diselenggarakan oleh Gabungan Tridharma, bertempat di gedung Megah, Jalan Raya Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Minggu 3 Juni 2018.
Hadir dalam acara itu, Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, Narioto, Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili, Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadiprabowo, Kapolsek Pemangkat, Kompol Agus Riyanto, Camat Pemangkat, Agustian Rahmat, Danramil Pemangkat 1202-02, Kapten Inf Sujarno, Kasi Bimas Buddha Kota Singkawang, Warsito, Ketua Perkumpulan Tridharma Kota Singkawang, Liu Wei Lin, Ketua Panitia Perayaan Wasiak Bersama 2562 BE, Kota Singkawang, Candra Bun Tantono, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta tamu undangan lainnya yang berasal dari delapan Kecamatan di Kabupaten Sambas.
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Dhammapadda yang disampaikan siswa-siswi SD Asoka Widya Pemangkat, dilanjutkan persembahan tarian Buddhis Kasih Alam Semesta yang dipersembahkan oleh aktivis Vihara Dharma Buddha Maitreya Pemangkat.
Ketua panitia Waisak Bersama 2562 BE, Kabupaten Sambas, Siet Cin Cung alias Atong dalam sambutannya menjelaskan, Waisak merupakan salah satu hari raya yang diperingati umat Buddha setiap tahunnya, yang mengingatkan tiga peristiwa agung yang dialami sang Buddha Gautama semasa hidupnya.
“Dalam acara Dharmashanti Waisak di gedung Megah ini, kita semua diingatkan kembali akan tiga peristiwa agung yang sangat berharga bagi umat Buddha di seluruh dunia yaitu, Kelahiran Pangeran Siddhattha di Taman Lumbini, Pencapaian Penerangan Kesempurnaan Pertapa Gautama menjadi Buddha di Buddhagaya, dan pencapaian mahaparinibbana, Buddha Gautama di Kusinara. Hari raya trisuci Waisak merupakan hari yang teramat penting bagi umat Buddha di dunia, termasuk Kabupaten Sambas dan Kecamatan Pemangkat. Di hari yang keramat ini, kami mengajak seluruh umat Buddha, untuk senantiasa berpedoman kepada ajaran Buddha Dhamma. Walaupun Sang Buddha telah lama mangkat, namun hingga kini ajaran Sang Buddha tetap abadi. Buddha Dhamma, apabila dihayati dan diamalkan dengan baik, akan membawakan berkah kebahagiaan tidak hanya untuk kehidupan sekarang, namun juga untuk kehidupan mendatang,” kata Siet Cin Cung.
Adapun tema perayaan Waisak 2562 BE/Tahun 2018 disebutkan Siet Cin Cung yakni “Harmoni dalam Kebhinnekaan untuk Bangsa”.
Sesuai dengan tema Waisak, Siet Cin Cung mengajak umat Buddha se-Kabupaten Sambas untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Kabupaten Sambas dan Kecamatan Pemangkat yang masyarakatnya heterogen.
“Pemangkat merupakan salah satu wilayah Kecamatan di Kabupaten Sambas, yang penuh dengan keanekaragaman, baik etnisitas, budaya, adat istiadat, bahasa, maupun keyakinan agama. Namun keberagamaan yang ada, tidak membuat hubungan antar sesama menjadi retak, justru sebaliknya masyarakat Kecamatan Pemangkat mampu mempersatukan berbagai keragaman itu sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia Bhineka Tunggal Ika. Hal ini dapat dilihat dari kerukunan dan toleransi, semangat persatuan dan kesatuan, gotong royong, teposeliro, saling menghargai dan menghormati antar sesama, meski berbeda-beda keyakinan. Ini yang sangat kita apresiasi sekali,” kata Siet Cin Cung.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya atas nama seluruh panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama kepada semua pihak yang turut mensukseskan pelaksanaan Dhammashanti Waisak 2562 BE di gedung Megah.
“Semoga berkah Waisak mendatangkan kebahagiaan bagi kita semua,” ujar Siet Cin Cung mengakhiri kata sambutan.
Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Narioto mengungkapkan, apa yang disebutkan oleh Ketua Panitia Waisak Siet Cin Cung terkait tema Waisak tadi, sudah sesuai dengan ajaran Buddha, bahwa setiap manusia di dalam dirinya memiliki benih-benih kebuddhaan. Benih-benih Buddha inilah yang senantiasa harus diaplikasikan melalui sikap saling menghormati, saling menghargai dan saling mengasihi, dalam bingkai kebhinekaan, agar tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis.
“Dari tema Waisak 2562 BE tersebut, jelaslah bahwa setiap makhluk memiliki jiwa Buddha, berpotensi menjadi Buddha apabila teguh berlatih dan mengembleng watak sejati ke-Buddhaannya. Bagaikan sebuah ladang yang siap ditanami benih-benih kebajikan. Apabila ladang tersebut, tidak ditanami tanaman bermanfaat maka rumput ilalang akan tumbuh subur. Demikian hal nya bila dalam hidup, tidak dimanfaatkan untuk berbuat baik, maka menjadi sia-sia lah terlahir sebagai manusia. Satu kebajikan bila dilakukan dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih maka jasa pahalanya sungguh besar. Apalagi bila kebajikan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan maka jasa pahalanya tidaklah terbatas. Oleh karenanya, berbahagialah dan dimuliakanlah orang yang memiliki bekal kebajikan berlimpah, dapat hidup makmur dan bahagia disemua alam. Kami mengharapkan umat Buddha agar lebih berperan dalam menjaga kebhinekaan dan keharmonisan antar kehidupan umat beragama. Ini perlu saya sampaikan, karena setiap agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan, keharmonisan dan kedamaian. Akhir kata, saya mengucapkan selamat merayakan hari raya Trisuci Waisak 2562 BE. Semoga berkah anugerah Hyang Buddha menerangi alam semesta. Teriring doa dan harapan semoga semua makhluk melaksanakan kehidupan yang bijak penuh kebajikan,” kata Pembimas Buddha.
Sementara itu, Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili menyatakan rasa bangga dan apresiasi kepada panitia dan segenap umat Buddha, atas terselenggaranya acara Dharmasanti Waisak di gedung Megah Pemangkat.
Dalam arahannya, Atbah Romin Suhaili mengajak segenap umat Buddha Kabupaten Sambas, untuk meningkatkan toleransi dan menciptakan tri kerukunan umat beragama. Menurut Bupati, toleransi dan kerukunan adalah modal utama dalam memajukan pembangunan di segala bidang.
“Pemerintah Kabupaten Sambas beserta seluruh jajaran, selalu mendukung setiap kegiatan yang mengatas namakan Ke-Bhinekaan dan Keharmonisan. Di samping itu, saya harapkan kepada umat Buddha untuk meningkatkan kualitas keimanan yang menjadi titik renungan, memperbaiki diri. Marilah kita secara bersama-sama dengan seluruh masyarakat, senantiasa memelihara nilai-nilai persatuan dan kesatuan demi terciptanya kehidupan yang aman, damai dan kondusif,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, juga diserahkan bantuan pembangunan gedung Sekolah Minggu Buddhis dari Bimas Buddha Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, untuk Vihara Buddha Maitreya Tebas, yang diserahkan oleh Bupati Sambas, disaksikan Pembimas Buddha, Narioto, Kapolres Sambas, AKBP. Cahyo, dan Ketua Panitia Waisak Bersama 2562 BE, Kabupaten Sambas, Siet Cin Cung.
Perayaan Dharmasanti Waisak 2562 BE, tahun 2018 juga dimeriahkan dengan beberapa hiburan, seperti paduan suara, persembahan tarian cinta kasih alam yang dibawakan oleh masing-masing Majelis yang berada dibawah naungan 8 Majelis dan Vihara yang tergabung dalam panitia Perayaan Waisak Bersama Kabupaten Sambas.









