China Serukan Perang Melawan Limbah Padat

0 133

Beijing menguraikan langkah-langkah baru untuk memperbaiki cara mendaur ulang dan membuang limbah padat, seperti batu bata dan beton, dan mencegah pembuangan ilegal, dalam upaya untuk mengatasi salah satu masalah polusi terbesar di negara itu.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi mengatakan bahwa mekanisme baru dan kebijakan preferensial, termasuk pengecualian pajak, akan mendorong pemanfaatan limbah secara komprehensif.

Ini akan mendorong perusahaan untuk membuat standar, melakukan penghijauan dan meningkatkan skema daur ulang produk, termasuk bahan yang digunakan dalam konstruksi, seperti semen, batu bata, serta tambang dan porselen.

Limbah padat telah muncul sebagai salah satu permasalahan lingkungan prioritas di China, karena pembuangan ilegal telah mencemari lahan dan sumber air sehingga terkontaminasi oleh bahan kimia berbahaya atau logam berat.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Departemen Tanah dan Sumber Daya pada tahun 2015, sebanyak 100.000 perusahaan industri telah ditutup atau dipindahkan sejak tahun 2001 dan meninggalkan limbah tak diolah dalam jumlah besar. Menrutu data yang ada, sebanyak 8 persen dari lahan subur China terkontaminasi telah logam berat.

Pemerintah telah berkomitmen sebagai tindak lanjut dari pidato Presiden Xi Jinping pada hari Sabtu, dimana ia bersumpah untuk menggunakan kekuatan penuh dari keputusan untuk masalah lingkungan.

Pada hari selasa, Kementerian Ekologi dan Lingkungan menerbitkan langkah-langkah untuk menindak pengangkutan ilegal dan pembuangan limbah padat, serta mengupayakan tindakan untuk meningkatkan kemampuan China mendaur ulang dan membuang bahan berbahaya.

Maret lalu, Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan ada sekitar 9 juta sumber polusi di China, dan 7,4 juta di antaranya adalah limbah industri. Jumlah ini telah meningkat lebih dari 50 persen dalam delapan tahun terakhir. Pemerintah juga melarang impor berbagai jenis bahan limbah dan akan menindak penyelundupan ilegal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.