China Akan Menyambut 500.000 Ton Sawit dari Indonesia

0 178

Indonesia dan Cina telah sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral dalam perdagangan. China berkomitmen untuk meningkatkan impor kelapa sawit dari Indonesia sebesar 500.000 ton.

Keputusan ini dicapai dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Cina Li Keqiang beberapa waktu lalu. Menurut Jokowi, China adalah pasar utama untuk komoditas dari Indonesia.

Jokowi mendorong peningkatan ekspor ke China. Li menyambut dengan membuka peluang untuk komoditas seperti minyak sawit ke buah untuk masuk ke China.

“Khususnya, PM Li Keqiang berjanji untuk meningkatkan ekspor kami, menambahkan setidaknya 500.000 ton minyak sawit mentah ke China,” kata Jokowi pada konferensi pers di Istana Presiden Bogor di Jawa Barat, Senin (7/5).

Respon selanjutnya dari Indonesia

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan China telah berkomitmen untuk meningkatkan impor sawit dari Indonesia sebanyak 500.000 ton. Pihaknya meminta eksportir di Indonesia segera menindaklanjuti.

“Ini adalah komitmen antara pemerintah (Cina dan Indonesia) yang diserahkan kepada presiden, jadi sekarang tindak lanjut, sehingga para eksportir harus segera menghubungi para importir di sana untuk menyadarinya,” katanya kepada detikFinance pada hari Senin (21/5).

Dalam hal ini, kata Oke, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan ikut terlibat. Sementara itu memastikan dalam hal kebijakan.

“Jika saya kebijakan, saya akan keluar dari kebijakan ekspor yang akan menindaklanjuti apakah mereka akan memfasilitasi pertemuan antara pelaku bisnis antara China dan Indonesia,” lanjutnya.

Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri itu sendiri, kata Oke akan berusaha menjaga agar tingkat kebijakan tidak menghambat.

“Masalahnya adalah di mana kami mengirimkannya dan pada akhirnya akan ditindaklanjuti dengan pengakuan timbal balik, dan itu adalah dari tingkat kebijakan kami bahwa kami akan mengawal Kementerian Pertanian untuk membawa karantina di Tiongkok dengan Karantina di sini untuk saling mengakui sertifikasi,” dia menambahkan.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan, Cina adalah salah satu pengimpor terbesar sawit Indonesia.

“(Cina) cukup banyak (minyak sawit dari Indonesia), jika tidak satu negara (importir) nomor 3. Setelah India, Uni Eropa, lalu China,” kata Oke.

Menurutnya, kebutuhan China akan sawit masih sangat besar.

“Ini masih sangat besar (kebutuhan Cina), kami bahkan mengharapkan China untuk mengikuti kebijakan kami untuk menggunakan biodiesel,” jelasnya.

Dia mengatakan jika Cina menggunakan lebih banyak bahan bakar dengan campuran biodiesel di negara itu, maka mereka akan menyerap lebih banyak minyak sawit, salah satunya mereka impor dari Indonesia.

“Jika kita memiliki B20 (bahan bakar dengan campuran bio diesel 20%), di Cina apakah B5 atau B mulai, sehingga biodiesel dapat menyerap lebih banyak minyak,” jelasnya.

Uni Eropa tantangan utama ekspor sawit Indonesia

Menteri Koordinator untuk Kementerian Kelautan, Luhut Panjaitan beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa posisi Indonesia semakin kuat di mata Uni Eropa terkait dengan kampanye hitam yang merugikan Indonesia.

Kemauan Cina untuk meningkatkan impor minyak sawit dari Indonesia sebesar 500 ribu ton memperkuat posisi tawar Indonesia terhadap UE.

“(Lobi dengan Uni Eropa) Sampai sekarang, saya pikir itu berarti bahwa sekarang mereka tahu posisi kami, jelas dia tahu kami kuat, terutama dengan China untuk membeli (minyak sawit Indonesia) itu juga memberikan sinyal kepadanya juga,” kata Luhut bertemu di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Luhut mengatakan ekspor CPO terbesar Indonesia adalah ke India, Uni Eropa dan China.

“Sekarang, volume ekspor CPO terbesar, India, 2017 7,6 juta ton, Uni Eropa 5 juta ton, China 3,7 juta ton,” kata Luhut.

Luhut menambahkan bahwa proses transaksi produk sawit Indonesia ke China masih harus melewati prosedur administratif. Diharapkan bahwa perjanjian untuk meningkatkan pasokan minyak sawit ke Cina dapat direalisasikan tahun ini. (detikFinance.com)

Leave A Reply

Your email address will not be published.