The news is by your side.

9 Pelajaran Hidup dari Sun Tzu “The Art of War”

14

“The Art of War” adalah buku yang pertama kali diterbitkan pada 2500 tahun yang lalu dan menjadi teks militer yang paling terkenal di dunia. Buku ini ditulis oleh seorang penasehat bernama Sun Tzu (孙子 Sūnzi) yang hidup pada masa Musim Semi dan Gugur (776-471 SM). Tidak hanya dipakai dalam dunia militer, strategi yang ditulis oleh Sun Tzu ini banyak dipakai menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ingin tahu apa saja pelajaran hidup dari Sun Tzu khususnya dalam bidang bisnis?

Pilih pertempuran kita

… dia yang menang adalah yang tahu kapan harus berperang …

Banyak pilihan yang ada di dalam kehidupan. Sun Tzu menjelaskan bahwa kita harus memilih jalan yang punya tantangan yang lebih ringan. Sebagai contoh, ketika sedang ingin banyak membaca buku. Tentunya jangan banyak bergaul dengan orang yang banyak bicara, karena itu akan memberikan tantangan yang lebih besar dalam kehidupan. Untuk mengubah banyak kebiasaan dalam hidup, harus mulai dari kebiasaan yang ringan dahulu.

Pilih waktu yang tepat

Hal terpenting dalam memutuskan sesuatu adalah waktu. Ketika sudah memutuskan suatu hal, sangat penting untuk segera merealisasikannya. Namun, penting juga kita untuk melihat keadaan, apakah sekarang waktu yang tepat. Jika memang belum memberikan dampak terbaik, atur waktu terbaik hingga menghasilkan dampak terbaik.

Kenali dirimu dan musuhmu

Informasi sangat penting dalam memutuskan suatu hal. Bahkan, perkiraan yang terlatih lebih baik dibandingkan keputusan. Dengan mengetahui keadaan diri sendiri dan orang lain, menjadikan kita bisa mengatur strategi dengan benar dan tidak terjebak dalam keputusan yang salah.

Punya rencana unik

Rencana unik ini menjadi kunci utama sukses atau tidaknya sebuah rencana. Melakukan penelitian, mengurangi persamaan rencana bisa memungkinkan kita tidak memiliki banyak pesaing dalam kehidupan.

Samarkan rencanamu

“Ketika kita bisa menyerang, nampaklah seperti tak mampu; ketika kita menggunakan kekuatan kita, nampaklah seperti sedang diam; ketika kita sudah dekat, buatlah musuh percaya bahwa kita masih jauh; ketika kita jauh, buatlah musuh percaya kalau kita sudah dekat”.

Sun Tzu percaya, untuk bisa memenangkan perang, tidak cukup hanya memiliki rencana yang unik. Kita harus mempunyai rencana yang kita samarkan. Bisa dikatakan ini adalah bentuk penipuan kepada musuh. Dalam dunia bisnis, hal ini sangat mungkin terjadi. Contohnya, perusahaan kecil yang mengklaim telah mengubah dunia melalui keunikan inovasi yang mereka buat, walaupun mungkin mereka belum sampai di tahap itu.

Kalahkan musuhmu tanpa perang

Karena Sun Tzu melihat bahwa perang akan sangat berisiko, ia mengusulkan kepada ahli strategi untuk mampu mengalahkan musuh dengan cara diplomasi atau cara tanpa perang lainnya. Dalam dunia usaha bisnis, ada satu contoh menarik ketika Apple mengkampanyekan “Think Different” yang menggambarkan bagaimana perusahaan dapat menjadi sukses bukan dengan persaingan langsung, tetapi dengan diferensiasi.

Perubahan berarti kesempatan

“Di tengah-tengah kekacauan, pasti ada peluang”

Menurut Sun Tzu, perubahan adalah salah satu faktor penting untuk menentukan hasil pertempuran. Ia menekankan bahwa apapun dapat terjadi dalam peperangan, termasuk mempersiapkan hal terburuk terjadi. Namun, ia juga menekankan bahwa satu-satunya cara untuk maju adalah mengambil risiko yang tepat. Kuncinya tetap tenang dan berpikiran terbuka selama berada di masa ketidakpastian untuk memanfaatkan peluang ketika muncul.

Sukses melahirkan sukses lainnya

“Peluang akan bertambah banyak saat kita sudah memonopoli”

Sun Tzu memperhatikan bahwa momentum sangat penting untuk peperangan. Hal yang sama berlaku dalam bisnis. Sebuah contoh, perusahaan seperti Didi di Tiongkok dapat menskalakan dengan cepat begitu mereka memiliki beberapa keberhasilan dan banyak keberhasilan lain dapat dicapai. Demikian pula, dalam karier, kadang-kadang itu adalah tindakan kecil yang membuat bola salju menjadi sesuatu yang lebih besar. Misalnya, jika Anda secara sukarela mewakili perusahaan Anda di sebuah konferensi, itu bisa mengarah ke jejaring kontak-kontak hebat yang memberi Anda klien, atau pekerjaan di masa depan. Terkadang, hanya dibutuhkan satu kesempatan bagi pintu air untuk terbuka.

Tidak ada untungya dalam perang panjang

“Tidak ada contoh dari suatu bangsa yang mendapat manfaat dari peperangan yang berkepanjangan.”

Dalam kehidupan pribadi, Anda tidak perlu menunggu selamanya untuk mengatasi masalah Anda dan harus membuat kemajuan ke arah tujuan Anda sesegera mungkin. Apakah Anda punya ide untuk memulai perusahaan yang inovatif? Jangan menunggu sampai tahun depan untuk menyelesaikan masalah, karena orang lain dengan ide yang sama mungkin akan bertindak lebih cepat daripada Anda.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.