Walikota Singkawang Menutup Kejurda Barongsai Tradisional

0 290

Singkawang – Berakhir sudah Kejuaraan Daerah Barongsai Tradisional, se-Kalimantan Barat yang digelar selama dua hari, 21-22 Februari 2018, di Autrium Singkawang Grand Mall.

Acara penutupan dilakukan Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama Ketua Umum Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018, Kota Singkawang, Leonardi Chai.

Turut hadir dalam acara penutupan, Kapolres Singkawang, AKBP. Yuri Nurhidayat, Ketua Harian Perhakin Singkawang, Ng Hian Ku, Sekretaris Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018, Kota Singkawang, Bong Cin nen, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kota Singkawang, Lo Abidin.

Kejuaraan Daerah Barongsai Tradisional diikuti sebanyak 23 peserta dari 7 Kabupaten/Kota, masing masing Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang,  Kabupaten Melawi, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Mempawah, berhasil menorehkan sejumlah prestasi yang membanggakan.

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Singkawang, memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana yang telah berhasil menyelenggarakan Kejurda tersebut.

Ia berharap panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh serta pengurus cabang olahraga Barongsai lainnya bisa berkesinambungan menggelar even-even seperti ini untuk persiapan menuju Kejuaraan yang lebih tinggi.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Singkawang, memberikan penghargaan dan apresiasi kepada panitia pelaksana Kejuaraan Daerah Barongsai Tradisional, dan juga

mengucapkan selamat kepada para peserta yang menjuarai Lomba Barongsai Tradisional se-Kalimantan Barat ini. Saya berharap kepada seluruh kontestan, untuk menjadikan kejuaraan ini sebagai langkah awal dalam meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional. Kepada seluruh atlet, saya pesankan untuk tetap terus berlatih dengan sungguh-sungguh, dan menjadi contoh untuk mendongkrak prestasi daerah masing-masing,” pesan Tjhai Chui Mie.

Dia meambahkan, Kejuaraan Barongsai jika rutin dilaksanakan, tentunya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Singkawang.

“Kejuaraan Barongsai ini bisa menjadi barometer untuk menarik kunjungan wisatawan. Untuk itu, saya minta kepada panitia penyelenggara terutama pengurus cabang Barongsai untuk mengemasnya lebih baik lagi, demi kemajuan Kota Singkawang, mengingat Kalimantan Barat memiliki cukup banyak atlet yang berpotensi, sehingga mereka yang memiliki bakat dan kemampuan memainkan Barongsai, bisa menyalurkan hobinya di bidang ini,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Singkawang, katanya, selalu siap mendukung dan memfasilitasi jika memang cabang olahraga Barongsai akan dibentuk di Kota Singkawang.

Dalam kesempatan yang sama Sekjen Pengurus Besar Federasi olahraga barongsai Indonesia (Fobi), Xaverius Djunair mengapresiasi lomba barongsai se-Kalbar yang digelar di Kota Singkawang.

Menurutnya, Barongsai sudah menjadi Cabang Olahraga (Cabor) yang resmi sejak 2013 di Indonesia, bahkan sudah masuk dalam kejuaraan PON.

Para peserta, katanya, bukan lagi disebut pemain tetapi sudah atlet sama dengan cabang olahraga lainnya.

“Barongsai ada 18 kategori. Mudah-mudahan PON berikutnya ada perwakilan dari Kalbar yang mengikuti,” ungkapnya.

Sementara Ketua panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Leonardi Tjhai mengatakan, tujuan dari kejuaraan ini adalah untuk menggali potensi putra-putri Singkawang dengan menyalurkan bakat atau hobi seni barongsai sehingga bisa ditunjukkan kepada nasional dan dunia.

“Kami dari pihak panitia berharap usai kejuaraan ini, akan ada kelanjutan kesinambungan dalam pembinaan dari para klub-klub Barongsai Singkawang, sehingga ke depannya, klub Barongsai Singkawang bisa ikut bertanding seperti Kota lain di Indonesia,” harapnya.

Menurutnya, hasil Kejurda menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk menghadapi even-even yang akan datang,lebih-lebih untuk mengikuti Kejurnas pada Maret 2018 mendatang, maka atlet-atlet kami yang terpilih mewakili Sumut akan terus digembleng agar bisa berprestasi di event tersebut.

“Secara kualitas saya melihat ada perkembangan teknik yang begitu cepat dari para atlet. Ini membuktikan bahwa mereka punya semangat untuk maju,” pungkasnya.

Selain menyaksikan pertandingan secara langsung, para pengunjung mall juga dapat hiburan berupa atraksi atlet-atlet Wushu dari Yayasan Kusuma Wushu Indonesia serta aksi Barongsai. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.