Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) soal mati listrik di Jakarta yang telah berlangsung sebanyak dua kali dalam satu bulan.
“Jadi untuk ini ya saya juga sudah koordinasikan. Tim dari Ditjen (Direktorat Jenderal) Ketenagalistrikan juga sudah melakukan koordinasi dengan PLN itu (mati listrik) penyebabnya apa,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat.
Yuliot menyampaikan saat ini tim Ditjen Ketenagalistrikan masih berada di lapangan dan melakukan investigasi ihwal penyebab mati listrik di Jakarta.
Ia pun mengatakan terdapat kemungkinan pergantian peralatan di sejumlah gardu induk yang dicurigai menjadi penyebab mati listrik di Jakarta.
“Penyebab itu (mati listrik) akan diselesaikan, termasuk kemungkinan pergantian peralatan di beberapa gardu induk,” ujar Yuliot.
Berdasarkan pantauan ANTARA pada Kamis (23/4) pagi, pemadaman listrik terjadi di sejumlah kawasan Jakarta Pusat seperti Thamrin dan Bendungan Hilir, Jakarta Selatan seperti Kuningan, Jagakarsa, Tebet. Lalu daerah-daerah lainnya seperti Jakarta Timur.
Sebelumnya, mati listrik juga sempat terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (9/4).
Saat itu, PLN mengatakan gangguan itu bersumber dari sistem di sejumlah gardu induk, yang menyebabkan pasokan listrik terhenti sementara di wilayah terdampak.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PLN langsung bergerak cepat melakukan penormalan dengan mengerahkan petugas di lapangan.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap guna memastikan sistem kelistrikan kembali stabil dan aman sebelum dialirkan ke pelanggan.
Pemadaman itu sempat berdampak pada pelayanan moda raya terpadu atau MRT, dengan adanya gangguan operasional di beberapa stasiun pada Kamis (9/4) sore, pukul 17.57 WIB.