The Awesome Oscillator untuk Unilever Indonesia Tbk (UNVR.JK) menunjukkan tren turun lima hari yang konsisten, memberi sinyal momentum pasar untuk saham tersebut. Penulis dan pedagang Bill Williams membuat The Awesome Oscillator Indicator (AO) dan menggariskan teori dan perhitungan dalam bukunya “New Trading Dimensions”. Indikator tersebut menunjukkan perbedaan antara dua rata-rata bergerak sederhana yang dapat membantu menentukan kekuatan pergerakan pasar. Bill Williams mengembangkan indikator ini berdasarkan MACD sebelumnya dan membuat sejumlah perubahan. The Awesome Oscillator mengurangi rata-rata moving average 34 (SMA) dari SMA periode 5. Ini menggambarkan apa yang terjadi pada kekuatan pendorong pasar pada saat sekarang. Penafsirannya mirip dengan MACD termasuk membeli saat osilator melintasi garis nol ke sisi positif dan menjual saat ia melintasi kembali di bawah. Tentu saja, ini akan berakibat banyak sinyal palsu di pasar datar atau berombak. Seperti kebanyakan indikator, AO paling baik digunakan bersamaan dengan sinyal teknis tambahan.
Pedagang teknis sering membuat titik pandang pada ATR atau Average True Range juga. Saat ini, Unilever Indonesia Tbk (UNVR.JK) memiliki ATR 14 hari 1109,84. Rata-rata True Range adalah alat investor yang digunakan untuk mengukur volatilitas saham. ATR tidak digunakan untuk mengetahui arah harga, hanya untuk mengukur volatilitas. ATR adalah indikator yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder. Wilder telah mengembangkan beberapa indikator yang masih cukup populer di lanskap investasi saat ini. Penafsiran umum ATR adalah semakin tinggi nilai ATR, semakin tinggi volatilitasnya.
Williams Persen Range atau Williams% R adalah indikator teknis lain yang perlu diperiksa. Unilever Indonesia Tbk (UNVR.JK) saat ini memiliki 14 hari Williams% R -68,98. Williams% R berfluktuasi antara 0 dan -100 yang mengukur apakah keamanan sudah overbought atau oversold. Williams% R mirip dengan Stochastic Oscillator kecuali diplot terbalik. Tingkat di atas -20 mungkin mengindikasikan stok yang bisa dianggap overbought. Jika indikator bergerak di bawah -80, ini mungkin menandakan bahwa saham tersebut oversold. Analis grafik juga dapat menggunakan indikator untuk memproyeksikan kemungkinan pembalikan harga dan untuk menentukan tren.
Indeks Berarah Rata-rata atau ADX adalah indikator analisis teknis yang digunakan untuk mengetahui apakah pasar sedang tren atau tidak tren. ADX sendiri mengukur kekuatan tren tapi tidak mengarah. Menggunakan ADX dengan Indikator Arah Plus (+ DI) dan Indikator Arah Minus (-DI) dapat membantu menentukan arah tren dan juga momentum keseluruhan. Banyak trader akan menggunakan ADX beserta indikator lainnya untuk membantu melihat titik masuk / exit trading yang tepat. Saat ini, 14 hari ADX untuk Unilever Indonesia Tbk (UNVR.JK) adalah 38,78. Secara umum, nilai ADX dari 0-25 mengindikasikan tren absen atau lemah. Nilai 25-50 akan menunjukkan tren yang kuat. Nilai 50-75 akan menandakan tren yang sangat kuat, dan nilai 75-100 mengindikasikan tren yang sangat kuat.
Pedagang mungkin bersandar pada analisis stok teknis untuk membantu keputusan investasi. Unilever Indonesia Tbk (UNVR.JK) saat ini memiliki 14 hari Commodity Channel Index (CCI) sebesar 2,19. Meski namanya, CCI bisa digunakan pada alat investasi lainnya seperti saham. CCI dirancang untuk biasanya berada dalam pembacaan -100 sampai +100. Pedagang dapat menggunakan indikator ini untuk menentukan tren saham atau untuk mengetahui kondisi overbought / oversold. Sebuah bacaan CCI di atas +100 akan menyiratkan bahwa saham tersebut overbought dan mungkin siap untuk koreksi. Di sisi lain, pembacaan -100 akan menyiratkan bahwa saham tersebut oversold dan mungkin untuk rally.
Pedagang membayar perhatian baru pada saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR.JK). RSI 14 hari saat ini saat ini duduk di 59,46, hari 7 hari adalah 56,56, dan 3 hari adalah 59,67. Indeks RSI, atau Relative Strength adalah indikator osilasi yang populer di kalangan pedagang dan investor. RSI beroperasi di area yang dibatasi rentang dengan nilai antara 0 dan 100. Bila garis RSI bergerak naik, stok mungkin mengalami kekuatan. Hal sebaliknya adalah ketika garis RSI menuju lebih rendah. Jangka waktu yang berbeda dapat digunakan bila menggunakan indikator RSI. RSI mungkin lebih mudah menguap dengan menggunakan periode waktu yang lebih singkat. Banyak pedagang mengawasi tanda 30 dan 70 pada skala RSI. Sebuah pergerakan di atas 70 secara luas dianggap menunjukkan saham sebagai overbought, dan pergerakan di bawah 30 akan mengindikasikan bahwa saham mungkin oversold. Pedagang dapat menggunakan level ini untuk membantu mengidentifikasi pembalikan harga saham.