UNBK SMA di Papua, Sarana Komputer Masih Menjadi Cita-cita

0 41

Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat menginginkan seluruh SMA dan SMK di wilayah ini memiliki komputer guna kelancaran Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK. Cita-cita ini ditargetkan pada 2010, seluruh SMA dan SMK baik negeri maupun swasta sudah mempunyai fasilitas komputer dalam jumlah yang cukup.

Sekretaris Daerah Papua Barat, Nataniel Mandacan, mengatakan pemerintah provinsi memiliki kewajiban untuk melengkapi sarana pendukung pelaksanaan UNBK di sekolah. “Beberapa waktu lalu ada kegiatan di Sorong. Di sana ada sekolah negeri yang belum punya komputer, maka kami harus memenuhinya,” kata Nataniel di Manukwari, Senin, 1 April 2019.

Dengan fasilitas tersebut, Nataniel berharap mulai tahun depan semua sekolah bisa melaksanakan UNBK. “Provinsi akan upayakan. Untuk yayasan mudah-mudahan ada upaya membeli sendiri sehingga mengurangi beban anggaran pemerintah daerah”.

Menurut Nataniel, selain komputer sarana yang dibutuhkan untuk sekolah adalah bantuan berupa pembangunan ruang kelas melalui Dana Alokasi Khusus. “Data pastinya dicek di Dinas Pendidikan. Sekolah-sekolah mana yang masih kekurangan,” kata dia.

Sekolah swasta yang menerima bantuan kompter, kata Nataniel, di antaranya SMA YPK Pasir Putih Manokwari. Sebanyak 30 unit komputer telah disalurkan oleh pemerintah provinsi melalui APBD Perubahan 2018.

Bantuan serupa juga diberikan ke SMK Pertanian Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan dan beberapa SMA di Kabupaten Fakfak. “Sekolah yang tahun ini sudah bisa melaksanakan UNBK semoga bisa berjalan dengan lancar dan yang belum kami mohon untuk bersabar,” pinta Nataniel.

Akibat masih minimnya komputer, UNBK SMA Negeri 01 Teluk Wondama, Papua Barat, terpaksa pelaksanaannya secara bergiliran. SMA ini merupakan satu-satunya sekolah di daerah tersebut yang melaksanakan UNBK. Sekolah lain masih melaksanakan ujian dengan pensil dan kertas.

“Tahun ini kali pertama kami melaksanakan UNBK. Tahun lalu masih menggunakan pensil dan kertas seperti sekolah lain,” kata Kepala SMA Negeri 01 Wondama, Wenan Imburi di Wasior, Selasa, 2 April 2019.

Menurut Wenan, terdapat 172 siswa yang mengikuti ujian. Pelaksanaan UNBK dibagi dalam tiga sesi karena menyesuaikan jumlah komputer yang hanya 60 unit. “Sesi pertama 58 orang, sesi kedua 58 dan sesi ketiga 57 siswa dengan durasi waktu masing-masing 2 jam,“ kata Wenan Imburi.

Meskipun baru pertama kali menggelar UNBK, Imburi optimistis anak-anak didiknya tidak kesulitan mengoperasikan. Persiapan yang dilakukan termasuk simulasi selama tiga kali dirasa cukup memberi bekal para siswa dalam menghadapi ujian secara elektronik tersebut.

Di Makassar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berjanji untuk memperhatikan kebutuhan komputer untuk pelaksanaan UNBK. Ia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk pengadaan sarana tersebut.

“Anggaran pendidikan yang 20 persen dari APBN itu di pecah-pecah, sebagian besar sudah diturunkan di pemerintah daerah. Jadi untuk pengadaan suprastruktur dan infrastruktur termasuk komputer, harus ada sharing antara pemerintah pusat dan provinsi untuk SMA/SMK, serta pemerintah kota untuk tingkat SMP,” kata Muhadjir.

“Kemendikbud punya komitmen yang kuat dalam pengadaan komputer sebagai salah satu sarana dalam rangka membangun digitalisasi pendidikan dan itu memang mutlak harus dipenuhi”.

artikel: Tempo

Leave A Reply

Your email address will not be published.