Perayaan Tahun Baru Imlek dan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, setiap tahun selalu menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang yang menghadirkan atraksi ratusan Tatung yang memperlihatkan aksi kekebalan tubuh merupakan festival sekaligus pawai budaya terbesar di Indonesia dan merupakan perayaan yang sangat unik dan khas.

Selama arak-arakan Tatung berlangsung, diperkirakan dihadiri dan disaksikan lebih dari 200.000 masyarakat Kalbar yang berbaur dengan wisatawan nusantara dan mancanegara. Salah satu daya tarik festival Cap Go Meh adalah hadirnya Tatung yang melakukan ritual tolak bala, yang ditujukan untuk membersihkan Kota dan pemukiman penduduk dari gangguan roh-roh jahat serta pengaruh energi negative, sehingga semua warga masyarakat dapat hidup aman, damai, dan sejahtera, serta mendapat perlindungan dari sang Dewa.
Karena telah menjadi festival budaya terbesar, atraksi Tatung yang ditampilkan dalam pawai budaya Cap Go Meh, semakin tahun semakin berkembang dan beragam, yang pada akhirnya menjadi agenda resmi pariwisata nasional, yang sering dihadiri pejabat teras pusat setingkat Menteri, dan Duta Besar dari berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia.
Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2569, dan Festival Cap Go Meh 2018, yang tinggal hitungan hari, berbagai persiapan telah dilakukan oleh masyarakat Tionghoa Kota Seribu Kelenteng Singkawang, mulai dari pemasangan puluhan ribu lampion, pembuatan pintu gerbang, pemasangan bunga Meihwa, memperindah dan menghiasi Vihara dan kelenteng, menghiasi lingkungan, Jalan protokol, pertokoan, dan perumahan, hingga menghias taman budaya di stadion Kridasana, di Jalan Pelita, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.
Yang paling unik adalah persiapan Group Tatung Sajit Bersatu, Jalan PasQua Sempalit, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan yang telah menyampaikan komitmennya untuk mendukung dan mensukseskan perayaan Tahun baru Imlek 2569, dan Festival Cap Go Meh 2018 Kota Singkawang.
Pantauan koran Harian InHua di Cetya Liuk Fong Kiung, Jalan PasQua, Gang Sajit, Minggu, 28 Januari 2018, tampak puluhan Tatung dari Group Tatung Sajit Bersatu sedang mempersiapkan diri menyambut event tahunan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh.
Ada kolaborasi antara sentuhan budaya Tionghoa Singkawang dengan budaya dari zaman Kerajaan Tiongkok yang sangat mencolok, dalam persiapan mereka itu. Salah satunya dengan tampilan seluruh anggota Group Tatung Sajit Bersatu yang mengenakan baju Kesatria dan Panglima Perang, yang merupakan baju khas zaman Dinasty Tiongkok.
“Kami sedang melakukan persiapan untuk tampil meramaikan dan mensuskeskan puncak perayaan Festival Cap Go Meh tahun 2018. Kami ingin memberikan dukungan dan berkontribusi, menjadikan Kota Singkawang sebagai Destinasi unggulan pariwisata di Kalbar dan Indonesia. Kami ingin majukan Kota Singkawang di bidang pariwisata dan budaya, sesuai dengan spirit Wonderful Of The World yang menargetkan kunjungan 1 juta wisatawan nusantara dan mancanegara dari Tiongkok. Semoga apa yang kami lakukan ini, bisa menginspirasi rekan-rekan Tatung lainnya,” ujar Koordinator Group Tatung Sajit Bersatu, Tjung Kin Chiong, dikonfirmasi Harian InHua.
Menurut Tjung Kin Chiong yang mengenakan busana Tatung Thiat Kap Nyian Sai, langkah persiapan yang dilakukan, merupakan upaya promosi pariwisata dan budaya yang bisa mengambil hati wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus sebagai ajang mempererat hubungan persaudaraan, Kekeluagaan, Kebersamaan, dan Persatuan anggota Group Tatung Sajit Bersatu.

“Persiapan kami menyambut perayaan Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018 ini memang dibuat agak khusus dibandingkan tahun sebelumnya. Jauh-jauh hari kami sudah memesan busana Tatung yang di design dengan kolaborasi Tionghoa Singkawaang dengan sentuhan pakaian jaman Kerajaan Tiongkok dan ada juga tampilan khas Mongolia di dalamnya. Ini bisa terlihat dari pernak-pernik kostum Tatung yang kami kenakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh Kota Singkawang, memang harus berbeda dengan daerah lainnya. Fokusnya lebih kepada penampilan ragam pesona budaya yang ada di Kota Singkawang.
“Sebagai komunitas Tatung, merupakan komitmen bagi kami untuk terus menjaga dan mensuskseskan Festival Cap Go Meh, sebagai warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman. Selain itu, kami juga mengajak kepada Pemkot, serta masyarakat untuk bersama-sama menjadikan perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh, semenarik mungkin, sehingga menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Singkawang. Dengan demikian, kita harapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memicu pembangunan, serta perbaikan sejumlah sarana dan prasarana pendukung pariwisata. Kami seluruh anggota yang tergabung dalam Group Tatung Sajit Bersatu mengucapkan Selamat merayakan Tahun baru Imlek 2569, dan Festival Cap Go Meh 2018. Sukses selalu menyertai kita semua. Gong Xi Fa Chai, Wan Se Ru Yi,” tukasnya.
Koran Harian Inhua