Mantan atlet Bulu Tangkis kelahiran Surabaya, Minarti Timur sengaja datang ke Surabaya bertemu Walikota Tri Rismaharini di kediamannya (7/4). Ia berharap Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya melakukan pembinaan bulu tangkis sejak dini untuk mencari bibit atlit perempuan yang semakin sulit.
Menurutnya, Surabaya harus bangkit kembali melakukan pembinaan bulu tangkis sehingga mendapatkan pemain yang ideal dan berprestasi. Minarti berjanji akan membantu yang dibutuhkan Walikota Surabaya baik motivasi, data, peralatan hingga medali, jelas mantan atlet yang pernah menjadi pelatih Timnas Filipina.
Kepala Dispora Kota Surabaya, Afghani mengatakan kedatangan Minarti atas permintaan Walikota Surabaya sebelum membangun museum. Ada beberapa atlet yang akan diajak berdiskusi oleh Tri Rismaharini berkaitan dengan museum olahraga di Surabaya.
“Audensi tidak hanya satu atlet saja, ada beberapa diantaranya Alan Budi Kusuma, Lilis Handayani, dan Rudi Hartono sesuai dengan keinginan Bu Wali. Namun karena kesibukan masing-masing, jadi kami bertemu dengan Bu Minarti terlebih dahulu dan beberapa atlet Surabaya lain yang telah membawa nama besar Kota Surabaya melalui olahraga,” jelas Afghani.
Museum olahraga rencananya akan bertempat di Gedung Gelora Pancasila yang dulu dipakai atlet terutama bulu tangkis. Berbagai barang diantaranya kaos, raket, duplikat piala dan medali. “Karena Surabaya dulu menjadi kota atlet bulu tangkis maka mungkin akan lebih banyak barang dari olahraga tersebut,” jelasnya.
Sementara itu di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Walikota Surabaya memimpin pembenahan yang dipersiapkan untuk Liga 1 Final Piala Presiden 2019 pada Selasa (9/4). Sebagai tuan rumah, Kota Surabaya tentunya mempersiapkan banyak hal untuk perhelatan akbar, salah satunya memperbaiki beberapa titik di GBT.
Perbaikan yang paling terlihat adalah akses jalan masuk menuju GBT. Pengurukan tanah hingga pengerasan dilakukan agar penonton bisa masuk ke GBT dengan lancar. Kemudian dilakukan pengecatan stadion dan perbaikan toilet suporter agar bisa menikmati pertandingan dengan nyaman. Termasuk pembersihan beberapa ruangan sehingga ketika masuk stadion akan terlihat indah.
Pembenahan stadion GBT tidak hanya dilakukan untuk Piala Presiden 2019 saja namun juga dipersiapkan menjelang Liga 1 yang akan bergulir. Risma tak hanya memantau tapi juga ikut terlibat dalam pembersihan beberapa ruangan di GBT. Risma mengharapkan Persebaya bisa menjadi juara dan menghimbau Bonek untuk selalu siap menghadapi segala kondisi dan terus menjaga kota Surabaya.
Pertandingan ada kalah dan menang, apapun yang terjadi harus siap meskipun telah didoakan menang, ujarnya. “Tolong jaga kondisi Kota Surabaya supaya tetap aman dan damai, sehingga bisa melangsungkan kehidupan yang lebih baik.”
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Ery Cahyadi mengatakan Pemkot Surabaya terus mengebut akses jalan menuju GBT, selain memperbaiki fasilitas yang rusak, termasuk ruang untuk wartawan.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati memastikan akses menuju GBT terus dikebut sejak beberapa bulan lalu. Penggarapan dilakukan tengah malam hingga pagi hari. Khusus untuk pertandingan final, jalan telah padat dan bisa dilalui. Jalan dipisah antara pejalan kaki, motor dan mobil. Panjang akses jalan 400 meter dengan lebar 20 meter sedangkan jalan beraspal lebarnya sekitar 8 meter jika telah selesai maka lebarnya sekita 28 meter, jelas Erna Purnawati.
