Studi: Tidur Panjang di Akhir Pekan Ternyata Tidak Cukup untuk Bayar Kurang Tidur Anda

0 94

Ilmuwan Amerika menemukan bahwa mengejar ketinggalan pada waktu tidur anda pada akhir pekan tidak dapat membayar hutang tidur yang sudah anda tumpuk pada hari kerja. Selain itu, waktu tidur yang tidak konsisten seperti itu juga dapat memperburuk kesehatan anda.

Studi yang dipublikasikan pada hari Kamis (28/2) di jurnal Current Biology, telah menunjukkan bahwa tidur di akhir pekan hanya dapat membantu tubuh pulih secara ringan tetapi efeknya tidak bertahan lama dan bahkan menunjukkan hasil yang lebih buruk pada beberapa tindakan.

“Temuan kami menunjukkan bahwa perilaku umum membakar lilin selama seminggu dan mencoba menebusnya pada akhir pekan bukanlah strategi kesehatan yang efektif,” kata penulis senior makalah itu Kenneth Wright, direktur Sleep and Chronobiology Lab di University. dari Colorado Boulder.

Para peneliti meminta 36 orang dewasa sehat berusia 18 hingga 39 tahun untuk tinggal selama dua minggu di laboratorium. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok: mereka yang memiliki banyak waktu untuk tidur, mereka yang hanya memiliki lima jam per malam dan mereka yang tidak lebih dari lima jam setiap malam selama lima hari diikuti dengan akhir pekan ketika mereka dapat tidur sebanyak yang mereka suka.

Kedua kelompok yang kurang tidur makan lebih banyak di malam hari sehingga mereka bertambah berat badan dan melihat penurunan sensitivitas insulin. Kelompok pemulihan akhir pekan mengalami perbaikan ringan selama akhir pekan, tetapi manfaat itu hilang ketika jadwal hari kerja mereka dilanjutkan, menurut penelitian.
Ketika kelompok pemulihan akhir pekan kembali tidur kurang, jam tubuh sirkadian mereka diatur kemudian dan mereka juga makan lebih banyak setelah makan malam.

Juga, pada kelompok yang tidurnya dibatasi sepanjang waktu, sensitivitas insulin seluruh tubuh menurun 13 persen, sedangkan pada kelompok pemulihan akhir pekan memburuk dengan 9 hingga 27 persen, dengan sensitivitas pada otot dan nilai organ hati lebih buruk daripada kelompok lain, menurut penelitian.

“Bisa jadi bahwa bolak-balik mengubah waktu kita makan, mengubah jam istirahat kita dan kemudian kembali ke tidur yang tidak mencukupi secara unik bisa mengganggu,” kata Wright.

“Studi ini menunjukkan pentingnya cukup tidur dan dengan jadwal teratur,” kata Michael Twery, direktur Pusat Nasional Penelitian Gangguan Tidur.

American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan tujuh atau lebih jam tidur per malam untuk orang dewasa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.