Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakini defisit APBN Perubahan tahun 2017 tetap terjaga, yakni dari yang tadinya ditetapkan sebesar 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 2,57 persen terhadap PDB.
Adapun sampai saat ini, angka defisit masih akan terus bergerak sejalan dengan proses rekonsiliasi dan konsolidasi data APBN Perubahan tahun 2017.
“Berdasarkan data per 12 Januari 2018, defisit APBN-P tahun anggaran 2017 tercatat sebesar 2,46 persen terhadap PDB,” kata Sri Mulyani, yang kerap disapa Ani, saat menggelar konferensi pers di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).
Secara keseluruhan, Ani menilai realisasi penerimaan dalam APBN Perubahan 2017 menunjukkan hasil yang positif. Aspek yang mendukung hal tersebut, di antaranya penerimaan pajak yang tumbuh 15,5 persen tanpa tambahan dari tax amnesty dan revaluasi aset.
Selain itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat mencapai Rp 192,3 triliun atau 101,7 persen dari target APBN Perubahan 2017. Untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga tercapai 118,5 persen atau setara dengan Rp 308,4 triliun yang artinya melebihi target dan tumbuh 17,7 persen dibanding tahun 2016.
Adapun untuk realisasi belanja negara hingga akhir Desember 2017 mencapai Rp 2.001,6 triliun atau 93,8 persen dari pagu APBN Perubahan 2017. Rinciannya mencakup belanja pemerintah pusat (Rp 1.259,6 triliun), transfer ke daerah dan dana desa (Rp 742 triliun).
Ani turut mengungkapkan, realisasi belanja modal pada APBN Perubahan 2017 mencapai 92,8 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 yang hanya 82 persen.
Sementara untuk realisasi bantuan sosial mencapai 100 persen. Kemudian realisasi anggaran subsidi tahun 2017 mencapai Rp 166,3 triliun atau setara dengan 98,5 persen terhadap APBN Perubahan 2017.
Realisasi subsidi tercatat lebih rendah 4,6 persen dibanding tahun 2016 didorong kebijakan subsidi listrik yang dinilai lebih tepat sasaran dan adanya pengalihan sebagian belanja subsidi ke program bantuan sosial.
财政部长相信
2017年预算修正案赤字将能够保持
(雅加达讯) – 财政部长丝莉·穆雅妮相信,2017年国家财政预算修正案赤字数目能够保持,即从原来定的国内生产总值2.92%成为2.57%。至今,赤字随着2017年国家财政预算修正案数据的更新,将不断更改。
穆雅妮部长於1月15日在财政部大楼举行的记者会上说,根据今年1月12日的数据,2017年预算赤字是国内生产总值的2.46%。
她说,总的来说,2017年预算修正案指出正面的成绩。支撑这个成绩的是税收(没有增加豁免税务纲领和资金重估)增长15.5%,关税和印花税收入达到192.3万亿,预算修正案指标的101.7%,非税收国家收入是308.4万亿盾,达到指标的118.5%,比2016年增加17.7%。
她说,直到2017年12月,国家开支达到2,001.6万亿盾,或指标上限的93.8%,其中包括中央政府1,259.5万亿盾,汇到地方和农村基金742万亿盾。。
她说,资本开支达到92.8%,比2016年只有82%远为更高,社会援助达到100%,津贴预算达到166.2万亿盾,相当预算修正案指标的98.5%。津贴预算比2016年更低4.6%,这是由于实行更符合目标的电费津贴,并把津贴转到社会援助纲领。