SMA Santa Maria Surabaya Gelar Pentas Seni Murni Kreasi 280 Siswa
Pentas seni menjadi ajang bagi para pelajar untuk menampilkan kemampuan diri sekaligus memperkuat rasa percaya diri. Seperti halnya para siswa SMA Santa Maria Surabaya yang menggelar pentas seni memperingati Hari Tari Internasional atau World Dance Day. Peringatan Hari Tari Dunia semula diperkenalkan oleh International Dance Council (CID, Conseil International De La Danse) yakni lembaga swadaya masyarakat mitra UNESCO pada 1982.
Dengan visi memperingati hari tari sedunia dan mengenal lebih dekat seni tari, musik, dan drama yang menjadi bagian integral dari budaya manusia sepanjang sejarah serta memperkuat pendidikan karakter siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang makin disruptif. SMA Santa Maria Surabaya sengaja menampilkan kreasi para pelajar bertajuk ‘Estetika Nusantara’ melibatkan 280 siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok.
“Anak-anak membuat konsep musik dan tari, murni dari ide dan gagasan mereka sendiri. Ada Pesona Raya, Asmarah, Ada Apa Dengan Colfie, Newsantara, Kontras dan masih banyak lagi yang dibuat anak-anak secara bebas,” tutur Eva Dianita selaku guru tari.
Masih menurut Eva, pertunjukkan seni tari gerak tubuh berirama dimaksudkan untuk kepentingan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Musik pengiring disesuaikan dengan gerakan para penari untuk memperkuat maksud yang diiinginkan.
“Mereka praktik langsung tentang pengetahuan tari dan musik, mengatur panggung dan gerakan tarinya. Saya berharap budaya adi luhung terus dilestarikan anak anak, karena mereka pemegang tongkat estafet generasi muda yang berkarakter,” tutur Ameliawati ketua panitia pentas seni.
SMA Santa Maria Surabaya memiliki 30 kegiatan ekstrakulikuler yang dapat dipilih dan diikuti para pelajar diantaranya jurnalistik, radio, serviam putra altar, catur, grooming, bulutangkis, karawitan, kyokunsinkai, tenis meja, modern dance, menari, paduan suara, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Jerman dan masih banyak lagi.
Untuk ekstrakulikuler menari baik tradisional maupun modern diikuti kelas X dan XI. Kemampuan para siswa tersebut seringkali tampil di pagelaran budaya di Gedung Cak Durasim. “Anak-anak sangat suka mengikuti kegiatan ekstra tari, karena merasa diberi ruang mengembangkan talenta di bidang seni, selain itu mereka akan mengikuti pentas seni dan merasa bangga dilihat orangtuanya,” tutur Eva.
Saat ini tercatat 850 siswa yang tengah belajar di SMA Santa Maria Surabaya dan prestasi yang ditoreh diantaranya ajang menulis karya ilmiah, membuat aplikasi game, kewirausahaan, jurnalistik, robotic, ekonomi, akuntansi dan debat ilmiah. (avr)









