Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendukung komunitas pendidikan agar terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam melakukan berbagai upaya memajukan pendidikan di Tanah Air.
Seskab Teddy dalam pernyataan resmi di Jakarta, Sabtu, mengatakan Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu ini menyampaikan pesan kepada penggerak, relawan dan setiap orang yang berkecimpung di bidang pendidikan selalu dalam keadaan sehat serta terus berkarya untuk generasi muda Indonesia.
“Karena ini hari yang penting, Hari Pendidikan, karena pendidikan itu penting. Bapak Presiden, salah satu program terbesarnya adalah investasi di bidang pendidikan,” katanya.
Seskab Teddy melanjutkan, pihaknya memerlukan sekali komunitas pendidikan, termasuk para relawan dan penggerak untuk memberikan saran masukan hingga umpan balik bahkan koreksi, sehingga pemerintah dan penggerak komunitas berjalan beriringan bersama-sama.
Dia menyebut bahwa untuk memajukan pendidikan tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri tapi membutuhkan kerja sama dengan komunitas pendidikan yang melakukan interaksi dan memiliki kedekatan langsung dengan anak-anak Indonesia.
Kesempatan sama
Secara khusus, dia menegaskan, bahwa Presiden Prabowo ingin semua anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak.
Untuk itu, kemudian lahirlah Sekolah Rakyat yang sudah berjalan hampir mencapai satu tahun, terutama menyasar anak-anak dari kelompok rentan.
Hasilnya, kata Teddy, beberapa di antara siswa Sekolah Rakyat sudah menghasilkan prestasi di tingkat daerah dan nasional.
Hal itu memperlihatkan bila anak-anak tersebut diberikan kesempatan, mereka dapat meraih prestasi dan masa depan yang lebih baik.
Kemajuan tersebut tidak hanya hasil kerja keras dari kementerian/lembaga terkait tapi juga para penggerak dan komunitas di bidang pendidikan.
“Hari ini, negara semakin hadir, khususnya di bidang pendidikan, tidak hanya ada di atas kertas, tapi kebijakan itu hadir di ruang-ruang kelas bersama seluruh komunitas-komunitas pendidikan yang ada,” demikian Teddy Indra Wijaya.
(Antara)