Sarapan Soto Pindang Iga Palembang dengan Kuah Merah Segar

0 189

Kuliner Palembang tak ada habisnya dieksplorasi. Setelah pempek, muncul ragam jenis makanan otentik lainnya, yakni soto pindang iga. Tak berlainan dengan pempek, soto pindang iga palembang biasa disantap untuk sarapan. Adapun soto ini memiliki kuah yang sangat khas.

Salah satu penjaja soto pindang iga di Jakarta, Eliawati, yang membuka warung makan di Kedoya, Jakarta, mengatakan kuah makanan ini terbuat dari rebusan nanas, cabai, dan kaldu iga sapi.

“Jadi yang dinamakan pindang itu bukan karena berasal dari kuah ikan pindang, tapi karena rasanya yang asam,” kata Eliawati yang ditemui dalam acara Festival Jajanan Bango di Park and Ride MH Thamtin, Jakarta Pusat, Sabtu lalu, 14 April.

Sekilas, soto pindang iga tampak garang karena kuahnya sangat merah. Orang pasti akan membayangkan bahwa soto itu punya citarasa yang amat pedas. Namun, cobalah seruput sedikit barang sesendok. Rasa kuah berkaldu dengan aroma yang sangat segar akan mendarat di lidah.

“Kuah ini cuma kelihatan merah. Aslinya tidak terlalu pedas karena cabai yang digunakan ialah cabai merah besar yang sudah dikeluarkan bijinya,” ujar Eliawati. Adapun rasa segar berasal dari nanas yang dipotong sebesar dadu.

Sedangkan iga yang dipakai dalam racikan soto sama seperti iga yang dipakai untuk olahan sop iga. Cara masaknya pun tak berlainan, yakni, iga kudu dipresto supaya empuk. Lantas, iga direbus dengan bumbu-bumbu dasar soto.

Bagi yang tak biasa menyantap soto pindang iga, mereka pasti akan mengira bahwa sajian makanan ini merupakan sop iga. Sebab, rasanya dan tampilannya mirip. Komplemennya pun cuma berisi iga, potongan tomat, dan potongan nanas. Tak ada so’un atau kecambah, seperti umumnya racikan soto.

Semangkuk soto pindang iga dijual Rp 35 ribu. Selain di warung makan milik Eliawati di Kedoya, Jakarta, Anda dapat menjumpai soto pindang iga di pusat-pusat perbelanjaan, seperti Mal Semanggi di Semanggi, Jakarta.

TEMPO

Leave A Reply

Your email address will not be published.