Ribuan Warga Berharap Berkah Peringatan HUT Dewi Samudera

0 433

Pemangkat-Harian InHua. Peringatan Hari Ulang Tahun Thian Heu Shin Mu atau yang lebih dikenal sebagai Dewi Samudera, yang dilaksanakan di Kelenteng Dewi Mazhu, Jalan Gedung Nasional, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, berlangsung sukses, dan sangat meriah, Selasa, 8 Mei 2018.

Pantauan Harian InHua, sejak pukul 10.00 Wib, Kelenteng yang didirikan di atas Gunung Gajah Pemangkat, dihadiri ribuan umat Tridharma dari sejumlah daerah Kecamatan, seperti Pemangkat, Semparuk, Tebas, Sambas, Teluk Keramat,  Paloh, Jawai Selatan, Jawai Sentebang, Salatiga, Selakau, dan Kota Singkawang.

Mereka mendatangi Kelenteng Dewi Samudera, selain memenuhi undangan panitia, juga melaksanakan ritual sembahyang dan memanjat doa, berharap berkah perlindungan, kesehatan, kesuksesan, kesejahteraan, dan dikarunia rejeki berlimpah oleh sang Dewi Pelindung Samudera. Acara peringatan dipandu oleh MC, Leo Sen Sen.

Hadir juga dalam perayaan tersebut, Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, Narioto, Wakapolres Sambas, Kompol. Jovan, Camat Pemangkat Agustian Rahmat, Kapolsek Pemangkat, Kompol. Agus Riyanto, Kepala cabang Kejaksaan Negeri Sambas, Kecamatan Pemangkat Tony Stefanus, Ketua Dewan Pembina Yayasan Fab Zhu Kung Kota Singkawang, Shin Sip Bui, Ketua Vihara Shi Thian Fut Cu Kota Singkawang, Lim Sui Chan, Kepala Desa Pemangkat Kota, Kasful Anwar, para Ketua, dan pengurus Kelenteng yang ada di Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, dan Kabupaten Bengkayang.

Ketua panitia peringatan HUT Dewi Samudera, Siet Cin Cung alias Atong mengungkapkan bahwa peringatan hari ulang tahun Thian Heu Shin Mu merupakan kegiatan yang selalu dilaksanakan setiap tahun, dengan menggelar berbagai rangkaian acara, seperti sembahyang dan doa bersama, jamuan makan bersama, hiburan musik Cahaya karaoke, serta pameran tangkapan Ikan Kerapu raksasa seberat 173 kg.

Disebutkan Siet Cin Cung, Thian Heu Shin Mu adalah salah satu Dewi dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa yang banyak dipuja sebagai sosok pelindung dan penolong bagi para pelaut dan nelayan.

“Thian Heu Shin Mu ditampilkan sebagai seorang Dewi yang cantik jelita dan berpakaian kebesaran seorang permaisuri. Kehadirannya selalu dikawal oleh dua makhluk Asura yang telah ditaklukkannya, yakni Qian Li Yan dan Sun Feng Erl,” kata Siet Cin Cung.

Keberadaan Kelenteng Dewi Samudera, menurut Siet Cin Cung sudah lama menjadi salah satu obyek wisata religi, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Sambas, tapi juga bagi masyarakat di berbagai daerah Kalimantan Barat, termasuk wisatawan nusantara dan mancanegara.

“Kelenteng Dewi Samudera atau lebih dikenal dengan Thian Heu Shin Mu Nyiong yang dibangun di atas Gunung Gajah Pemangkat ini sejatinya merupakan tempat peribadatan bagi umat Buddha, Tao, dan Konghucu. Namun, karena wujud bangunannya yang khas, disertai nilai sejarah yang tinggi membuat tempat ibadah ini, memiliki daya tarik wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun nusantara. Setiap hari, ada sekitar seratusan wisatawan yang berkunjung ke Kelenteng Dewi Samudera yang kita kelola ini. Melihat potensi pariwisatanya yang begitu besar, ke depan pengelolaannya akan lebih kita tingkatkan bekerjasama dengan pemerintah daerah,” tukasnya.

Ia mengatakan Kelenteng Dewi Samudera yang usianya sudah ratusan tahun, merupakan salah satu tempat ibadah Tionghoa yang ramai dikunjungi umat, maupun wisatawan, baik domestik maupun mancanagera.

Tempat ibadah yang diperkirakan didirikan tahun 1902 oleh masyarakat Tionghoa tersebut juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung hingga lima kali lipat setiap hari Minggu dan hari libur.

“Setiap hari, Kelenteng Dewi Samudera yang kita kelola ini dikunjungi sekitar 80 sampai 100 orang pada waktu yang berbeda, ada yang datang pada pagi, siang, sore, bahkan juga malam hari. Para pengunjung yang hadir, selain untuk melaksanakan sembahyang dan doa kepada Dewi Samudera, juga menikmati pesona keindahan panorama alam dari atas Gunung Gajah,” ujarnya.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan peringatan HUT Dewi Samudera adalah menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat serta unsur Forkopimda di Kecamatan Pemangkat, dan Kabupaten Sambas, serta sebagai upaya melestarikan kebudayaan Tionghoa.

“Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan kepada semua pihak, terutama kepada Pembimas Buddha Kantor Wilayah kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, Wakapolres Sambas, unsur Forkopimda Kabupaten Sambas, para donatur, panitia pelaksana, dan seluruh umat Tridharma, serta tamu undangan yang telah mensuport terselenggaranya acara HUT Dewi Samudera. Kami juga menghaturkan terima kasih Bapak Pembimas Buddha Propinsi Kalimantan Barat, Narioto yang berkenan hadir dan memberikan sedikit pencerahan kepada kami. Akhir kata, kami juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam proses pelaksanaan HUT Dewi Samudera, terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati. Semoga jalinan tali silaturahmi dan kebersamaan yang telah kita rangkai bersama ini, dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam membangun Kabupaten Sambas yang lebih baik dan lebih maju di segala bidang,” pungkasnya.

Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, Narioto pada kesempatan tersebut mengatakan, acara peringatan HUT Dewi Samudera diharapkan mampu membangkitkan kerukunan dan semangat toleransi antar umat beragama di Kecamatan Pemangkat.

“Segenap elemen masyarakat terutama umat Buddha Kecamatan Pemangkat, kami harapkan bisa menjadikan momentum peringatan HUT Dewi Samudera untuk bersama-sama membangun kerukunan dan toleransi dengan mengedepankan azas saling  menghormati, saling pengertian, dan saling menghargai demi terwujudnya kehidupan yang aman dan kondusif serta tetap menjunjung adat istiadat dan keyakinan masing-masing,” ungkapnya.

Disebutkan Narioto, Kelenteng merupakan bangunan peribadatan orang Tionghoa pada zaman dulu hingga sekarang. Karakteristik bentuk dan bangunan Kelenteng Dewi Samudera Kecamatan Pemangkat, menurut Narioto menyimpan pesona keindahan dan keunikannya tersendiri, sehingga memiliki potensi menjadi obyek wisata religi, yang diminati wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Ia meminta masyarakat Pemangkat terutama kepada panitia dan pengurus dapat merawat dan memelihara keberadaan Kelenteng Dewi Samudera.

Dirinya berharap dengan adanya keberagaman di daerah ini membuat masyarakat teguh bersatu dan menghindari segala bentuk tindakan yang membuat terjadinya perpecahan.

“Keberagaman yang ada di Kabupaten Sambas, khususnya Kecamatan Pemangkat bukanlah hal yang perlu untuk dipertentangkan, apalagi membuat kita berpecah belah, akan tetapi keberagaman ini justru harus menguatkan kita semua untuk menjaga persatuan dan kesatuan, mempererat kebersamaan, kekeluargaan, kerukunan, dan toleransi, sehingga kehidupan antar umat beragama  semakin solid dan kokoh,” katanya. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.