Rekomendasi 6 Minuman Mengandung Alkohol Tradisional Asli Indonesia

0 1,063

Orang Jepang memiliki sake, orang Korea tidak bisa lepas dari soju, dan orang China selalu meminum baijiu atau arak putih. Jadi bagaimana dengan alkohol buatan lokal di Indonesia yang warganya mayoritas Muslim? Mungkin mengejutkan, sejumlah besar minuman beralkohol tradisional dibuat di negara kepulauan terbesar di dunia ini.

Indonesia tidak membuat hidup mudah bagi peminum. Alkohol itu mahal, dengan bea masuk ditetapkan 150 persen. Selain itu, larangan pengecer kecil yang menjual minuman beralkohol diperkenalkan oleh pemerintah pada tahun 2016 dalam upaya untuk mengekang konsumsi.

Namun, kebiasaan minum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya pribumi di banyak komunitas lokal di seluruh Indonesia, di mana sering memainkan peran besar dalam festival agama dan pertemuan sosial. Minuman lokal secara tradisional diseduh – sering di halaman belakang – biasanya dengan memfermentasi beras, gula tebu, kelapa atau gula aren, dan dibumbui dengan rempah-rempah atau bahan lainnya.

Minuman ini sudah ada sejak lama. Di dinding candi Borobudur yang terkenal di Yogyakarta, relief bas abad kesembilan menggambarkan penjual minuman dan menghasut penduduk setempat.

Bukti budaya minum Indonesia juga disebutkan dalam Yingya Shenglan, laporan Ma Huan tentang dinasti Ming, ekspedisi angkatan laut China Laksamana Zheng He. Ma menyebutkan bahwa ketika kapal mereka sampai ke pulau Jawa, mereka melihat penduduk asli mabuk pada tuak, minuman lokal yang terbuat dari getah pohon aren.

Berikut ini adalah rasa enam jenis minuman beralkohol asli Indonesia.

Arak

Tidak menjadi bingung dengan minuman tradisional Levantine dengan nama yang sama, arak Indonesia berasal dari Bali dan disuling dari beras ketan atau gula aren, kemudian dicampur dengan bunga dan buah dari pohon palem. Kandungan alkoholnya tinggi: hingga 50 persen.

Secara tradisional, minuman ini digunakan sebagai tabuhan – mempersembahkan kepada dewa-dewa – selama ritual keagamaan. Saat ini, bahkan tempat-tempat kelas atas di Bali melayani campuran arak mereka sendiri. Arak Attack adalah koktail yang paling terkenal – dengan sedikit grenadine dan penyajian jus jeruk es dingin.

Ballo

Sebuah spesialisasi provinsi Sulawesi Selatan, ballo terbuat dari getah pohon lontar – sebuah pohon palem asli Indonesia – dan sering disajikan dalam cangkir bambu. Ada dua jenis ballo; penyamakan ballo yang manis dan halus, yang memiliki kandungan alkohol hingga 10 persen, dan kacci ballo yang tajam, asam, dan kuat.

Anda dapat mencoba ballo di Tana Toraja, rumah bagi kelompok etnis Toraja. Minuman ini sering dikonsumsi selama ritual keagamaan atau selama pertemuan sosial.

Ciu

Ciu adalah penduduk asli pulau Jawa, terutama kota-kota Banyumas dan Solo. Minuman jenis ini memiliki dua variasi – berbasis tebu dan berbasis singkong – dengan kandungan alkohol setinggi 70 persen. Penduduk setempat percaya bahwa minum ciu baik untuk kesehatan, mengklasifikasikannya sebagai jamu, atau obat tradisional.

Minuman ini memiliki rasa yang kuat, hingga beberapa orang menyebutnya mirip vodka, sehingga peminum sosial cenderung mencampurnya dengan minuman ringan. Campuran umum adalah cisprite (ciu dan Sprite), cicola (ciu dan Coca-Cola), dan cias (ciu dan jus asam).

Sopi

Sopi legendaris di bagian timur Indonesia, terutama Kepulauan Maluku dan Flores. Tanggal favorit lokal kembali ke pendudukan Belanda pada abad ke-15. Namanya berasal dari kata lama Belanda zoopje, yang berarti “minuman kecil”, dan itu disebut sebagai anggur persaudaraan, atau “anggur persaudaraan” dalam budaya lokal.

Pembuatan sopi membutuhkan waktu hingga 10 hari. Ini disuling dari nira manis, dicampur dengan akar hancur, dan difermentasi di dalam batang bambu. Beberapa orang lebih suka minum minuman manis yang sedikit manis ini, sementara yang lain memasukkannya dengan bumbu dan akar, seperti ginseng.

Swansrai

Swansrai adalah sejenis kelapa yang diseduh di wilayah Papua. Ini juga disebut milo, minuman ringan lokal, atau “minuman lokal”. Ini memiliki rasa yang kuat, sedikit pahit, dan kandungan alkohol hingga 30 persen. Penduduk setempat biasanya menawarkan swansrai untuk menghormati tamu, dan sering disajikan dalam tempurung kelapa.

Tuak

Variasi dari minuman gula aren ini dapat ditemukan di banyak wilayah di Indonesia. Di Lombok, misalnya, tuak disuling dari sari bunga dari pohon aren, dan dicampur dengan akar dan rempah. Di komunitas Batak Sumatra Utara, campuran tersebut meliputi buah-buahan kering untuk menciptakan rasa lebih segar, lebih manis.

Tuak ringan, dengan kandungan alkohol hingga 8 persen, jadi penduduk setempat tidak ragu untuk meminumnya setiap hari. Di beberapa daerah, tuak disebut sebagai bir panjat, atau “bir mendaki”, mengacu pada pendakian yang harus dilakukan untuk mendapatkan material untuk pembuatan tuak itu sendiri.

Leave A Reply

Your email address will not be published.