Program Beasiswa Pelangi INTI Sumatera Utara (Sumut) didukung penuh oleh Perhimpunan INTI Sumut dan GEMA INTI Sumut mengadakan camping latihan dasar kepemimpinan dan cinta alam pada 6-7 Jan lalu di kebun penangkaran lebah madu Efi, Puncak 2000 Siosar, Kabanjahe, Sumatera Utara.
Kegiatan yang diadakan dalam rangka menyambut hari Lingkungan Hidup Indonesia yang jatuh pada 10 Januari ini diikuti oleh 15 siswa-siswi penerima Program Beasiswa Pelangi INTI Sumut dan didampingi oleh 9 orang pengurus GEMA INTI Sumut.
Selain mengikuti berbagai pelatihan dasar kepemimpinan yang diakhiri dengan sesi api unggun pada malam hari, pada hari kedua siswa-siswi Pelangi Sumut juga diajak belajar mengenal lebah madu dan penangkarannya.
Sesi pengenalan lebah madu dan penangkarannya dipimpin langsung oleh sang pemilik Madu Efi, Felix Zulhendri Ph.D. yang meraih gelar doktor bidang ilmu pengetahuan dari Auckland University, Selandia Baru. Siswa-siswi Pelangi Sumut tampak menyimak dengan serius dan antusias sekali bertanya ketika diajak mengunjungi sarang lebah madu.
Pada kesempatan itu, Felix juga mengingatkan pada siswa-siswi Pelangi pentingnya belajar dan menguasai bahasa asing khususnya bahasa Inggris.“ Di zaman yang serba teknologi sekarang ini, kemampuan berbahasa Inggris sangat menentukan bagi kita untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam,” ungkap pria berusia 32 tahun ini.
Sementara Gonarica Lie Jaya selaku ketua panitia acara mengatakan kegiatan ini sengaja diadakan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kerjasama, dan kebersamaan siswa-siswi Pelangi sekaligus mencintai alam lingkungan.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter siswa-siswi Pelangi terhadap sesama dan alam tentunya,”ujar Gona yang juga WakilKetua GEMA INTI Sumut.
Sedangkan Sekretaris Program Beasiswa Pelangi INTI Candra Jap yang secara khusus datang dari Jakarta mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Khususnya pembelajaran mengenai lebah madu yang memiliki peranan penting dalam proses penyerbukan tanaman dari tumbuh bunga hingga bisa menjadi berbuah.
“Belajar kepemimpinan dan lingkungan hidup di alam terbuka seperti ini tentunya akan menjadi pengalaman berkesan seumur hidup untuk anak-anak Pelangi,” kata Candra.









