Prodi D3 Teknologi Bank Darah Unitomo Pertama di Indonesia Timur Menjawab Kebutuhan Tenaga Medis Pelayanan Darah

0 570

Gandeng Rumah Sakit Umum Haji dan PMI Surabaya, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) membuka Program Studi D3 Teknologi Bank Darah pertama di Indonesia Timur. Peresmian prodi dilakukan Ketua PMI Jatim yang juga mantan Gubernur Jatim Imam Utomo di kampus Unitomo disaksikan 300 undangan perwakilan rumah sakit dan PMI kabupaten kota se-Jatim (30/1).

Imam Utomo menyatakan Indonesia masih membutuhakan 2 ribu tenaga dengan kualifikasi ahli madya yang memiliki kompetensi dan mampu menangani kegiatan pelayanan darah sesuai standar WHO. Ketersediaan kantong darah di suatu wilayah minimal 2 persen dari jumlah penduduknya. Jika penduduk Indonesia saat ini mencapai 260 juta jiwa, maka dibutuhkan 5,2 juta kantong darah setiap tahunnya.

“Kita kekurangan stok darah sekitar 600 hingga 700 ribu kantong, karena ketersediaan darah di tanah air mencapai 4,5 juta kantong yang didapat dari 3 juta pendonor setiap tahunnya,” jelas Imam Utomo.

Oleh karenanya disamping mendorong PMI aktif melakukan kegiatan donor darah yang melibatkan semua unsur masyarakat, juga mewajibkan berdirinya bank darah di setiap rumah sakit di Indonesia sebagaimana diatur Permenkes No. 83 Tahun 2014 yakni untuk memberi perlindungan kepada masyarakat pemerintah juga mewajibkan penanganan pelayanan darah untuk hanya dilakukan oleh tenaga yang memang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk itu.

“Saya mendukung berdirinya Prodi D3 Teknologi Bank Darah Unitomo bekerjasama dengan RSU Haji dan PMI Surabaya karena sangat dibutuhkan masyarakat,” imbuh Imam Utomo yang melaporkan kebutuhan darah di Jatim telah terpenuhi. PMI memiliki stok 1 juta pak dengan kebutuhan 660.000 pak, sisanya dikirim ke luar daerah.

Prodi D3 Teknologi Bank Darah sebelumnya telah ada di Jakarta, Jogya dan Solo namun tenaga ahli penanganan darah terus dibutuhkan. Dengan dibukanya Prodi D3 Teknologi Bank Darah Unitomo, Imam Utomo mengharapakan dapat memenuhi tenaga ahli yang dibutuhkan unit transfusi darah PMI kota dan kabupaten serta rumah sakit di seluruh Indonesia.

Koordinator Kopertis 7, Suprapto mengaku optimis dengan Prodi D3 Teknologi Bank Darah yang dipastikan diminati dan mampu berkembang pesat, namun ia meminta jumlahnya harus dibatasi setiap angkatan untuk menjaga kualitas lulusan.

Rektor Unitomo Bahrul Amiq berjanji membawa Prodi D3 Teknologi Bank Darah dengan mutu yang baik. Unitomo didirikan 1967 dibawah Yayasan Pendidikan Cendekia Utama yang juga memiliki SMP dan SMA, tercatat jumlah siswanya saat ini sebanyak 10 ribu pelajar dan mahasiswa. (April Lie)

Leave A Reply

Your email address will not be published.