Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki
Hadimuljono mengungkapkan bahwa semua bangunan tol dan gedung yang dikerjakan
kementeriannya telah lolos uji tahan gempa, menanggapi soal potensi Megathrust di Indonesia.
"Kalau Megathrust itu kita kan, bangunan-bangunan yang sudah dibangun apalagi tol, bangunan
tinggi di Jakarta itu pasti sudah dengan hitungan tahan gempa 1000 tahunan sekarang yang SNI
yang baru," kata Menteri PUPR usai Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
Meski begitu, Basuki tidak mengetahui apakah uji coba tahan gempa sesuai SNI tersebut mampu
menahan gempa dari Megathrust. Namun, dia hanya memastikan bahwa semua bangunan
bangunan yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR sebelum digunakan terlebih dahulu
dilakukan uji tahan gempa
“Yang dibangun dengan itu, tergantung nanti kita nggak tahu Megathrust berapa kekuatannya,”
ucap Basuki.
Dalam kesempatan itu, Basuki juga menyatakan bahwa tidak ada dana atau anggaran yang
dialokasikan secara khusus untuk memitigasi dari potensi Megathrust.
"Antisipasinya apa, (anggarannya) untuk apa? Antisipasinya apa? Antisipasi untuk Megathrust
pada saat mendesain bangunan itu dengan SNI tahan gempa 1000 tahunan. (Tetapi) tergantung
nanti Megathrust kekuatannya berapa," jelas Basuki.
Di sisi lain, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita
Karnawati meminta pemerintah daerah agar menyiapkan tata ruang yang aman dan mampu
menampung masyarakat sebagai upaya mitigasi bila gempa Megathrust terjadi di Indonesia.
"Bagaimana menyiapkan masyarakat dan pemerintah daerah sebelum terjadi gempa dengan
kekuatan tinggi yang mengakibatkan tsunami. Pemerintah daerah itu sudah diajak bersama-sama
menyiapkan infrastrukturnya, menyiapkan sistemnya, adakah jalur evakuasi nya, adakah tempat
shelter evakuasi," kata Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/8).
Kemudian zona-zona rawan seperti daerah dekat laut dan pantai agar dikosongkan dan tidak
didirikan banyak bangunan.
"Pemda-pemda diharapkan juga menyiapkan tata ruang di sana. Di pantai itu dibatasi, jangan
dibangun bangunan-bangunan. Kalau sampai dibangun hotel, hotelnya harus siap menghadapi
(Megathrust), diwajibkan bangunannya mampu tahan 8,5 magnitudo," katanya.