Jakarta  – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kualitas 5,2 juta ton stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional tetap terjaga melalui pengelolaan optimal guna menjamin ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan masyarakat.

“Jadi kepala gudang kita itu punya namanya SOP, standar operasional prosedur. SOP-nya itu ada yang namanya SOP pemeliharaan harian gudang, mingguan, bulanan bahkan sampai dengan pemeliharaan triwulan,” kata Rizal di Jakarta, Rabu.

Dia menekankan itu saat berbincang bersama sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dalam peninjauan langsung kondisi riil stok cadangan beras pemerintah yang dikelola di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dia menjelaskan setiap hari, petugas gudang melakukan pembersihan, pengecekan kondisi beras serta langkah preventif seperti penyemprotan untuk menghindari potensi gangguan hama dan menjaga kebersihan lingkungan gudang.

Untuk mengatasi hama seperti kutu, Bulog rutin melakukan fumigasi setiap tiga bulan sekali dengan metode khusus agar hama mati tanpa merusak kualitas beras yang disimpan.

Selain itu, pengendalian hama tikus juga dilakukan melalui sistem pengawasan dan tindakan pencegahan berlapis guna memastikan beras tetap aman selama masa penyimpanan di gudang Bulog.

“Nah itu sudah ada standardnya. Setiap hari contoh yang harian saja, setiap kepala gudang dengan anak buahnya itu pagi harus buka gudang sambil bersihkan, kemudian kalau perlu sprayingspraying. Kemudian nanti mengecek kira-kira ada nggak indikasi hama dan lain sebagainya,” beber Rizal.

Selan itu, apabila ditemukan penurunan mutu beras setelah penyimpanan lebih dari enam hingga delapan bulan, Bulog melakukan proses reprocessing untuk memperbaiki kualitas melalui pemolesan dan pembersihan kembali.

Tak hanya itu, Bulog juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mengembangkan teknologi penyimpanan agar beras dapat bertahan lebih dari dua tahun dengan kualitas tetap terjaga baik.

“Nah ini teknologinya akan kita terapkan untuk di gudang-gudang baru yang ada nanti, ada di Morotai dan lain sebagainya seperti itu. Mudah-mudahan nanti gudangnya lebih modern dan lebih baik,” ucap Rizal.

Bulog menegaskan seluruh beras yang disimpan di gudang merupakan beras milik pemerintah sebagai cadangan pangan nasional, bukan berasal dari pihak swasta maupun kepentingan komersial lainnya.

Beras yang dikelola tersebut mencakup beras premium dan medium yang disiapkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk stabilisasi harga dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

(Antara)