Pengusaha di China Ini Perkenalkan Kemiri Meski Belum Tahu Apa Manfaat Kemiri

0 525

Ia adalah Mike Shao, seorang pengusaha asal Tiongkok yang memasarkan bumbu kemiri hingga ke dunia internasional. Mike adalah seorang general manager dari Shanghai Simao International Trade, Co.Ltd.

Saat kunjungan terakhirnya ke Indonesia beberapa waktu lalu, Mike memutuskan untuk membawa 100 kg kemiri dari Indonesia ke tanah Tiongkok.Hal ini ia lakukan atas anjuran dari rekan kerjanya di Indonesia yang menawarinya melakukan perdagangan kemiri di sana.

Sejujurnya Mike sendiri tidak tahu mengenai kegunaan dan fungsi dari bumbu kemiri. Tapi ujarnya kepada media Antara tidak ada salahnya juga mencoba. Hingga akhirnya ia memutuskan membawa kemiri ke Tiongkok dalam jumlah yang terbatas.

Usaha perdagangan produk-produk makanan mentah dan bumbu kemasan buatan Indonesia di China sudah menjadi makanan sehari-hari dari Mike. Biasanya bumbu yang ia jual dalam bentuk bubuk atau cair dan langsung dipasarkan hingga ke seluruh daratan Tiongkok.

Di awal usahanya memperkenalkan produk santan instan cair dari Indonesia, banyak warga yang mengira santan itu sebagai minuman karena kemasannya yang berbentuk kotak dan mirip dengan minuman sari kelapa dari salah satu provinsi di China.

Melalui Mike, santan Indonesia kini sudah diterima oleh masyarakat Tiongkok sebagai bahan masakan, bukan lagi sebagai minuman. Selain itu, pagi para pembeli produknya pun mulai melihat santan buatan Indonesia lebih baik dibandingkan produk santan instan dari Thailand atau Malaysia yang sebelumnya ada di Tiongkok.

Untuk kedepannya, Mike berharap, pemasaran kemiri ini bisa mendulang kesuksesan yang sama dengan santan kelapa yang ia bawa sebelumnya.

“Terus terang, saya sendiri tidak begitu mengerti kegunaan kemiri ini. Yang saya tahu, di Indoensia ditumbuk jadi bumbu masakan. Tapi saya yakin kelak orang sini tahu manfaat dari kemiri karena di sini tidak ada buah seperti ini,” ujar Mike kepada tim Antara.

Selain bumbu makanan, produk lainnya dari Indonesia sebenarnya sudah banyak dipasarkan di Tiongkok. Sebut saja mie instan asal Indonesia yang sudah mendunia, kopi, dan produk lainnya sudah bisa ditemui di swalayan-swalayan di Tiongkok.

Selama ini produk-produk seperti ini masuk ke China melalui daerah-daerah selatan Tiongkok, yang selanjutnya membutuhkan waktu seminggu untuk sampai ke Beijing dan kota lainnya di utara. (Antara)

Leave A Reply

Your email address will not be published.