Pemerintah Minta Seluruh Pihak Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Varian XBB Setelah Perayaan Nataru

0 38

InhuaOnline, Jakarta – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menginformasikan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 2.548 orang pada Minggu (4/12) sehingga total hingga saat ini mencapai 6.680.203 orang.

Berdasarkan data juga diketahui bahwa terdapat 25 kasus meninggal akibat Covid-19 di Indonesia, sehingga jumlah total keseluruhan hingga saat ini sebanyak 159.978 kasus kematian.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak kenaikan kasus akan terjadi pada bulan Januari dan Februari, “Puncak kenaikan kasus diperkirakan terjadi usai perayaan Nataru (Natal dan Tahun baru).” ujar Budi dalam keterangan resmi yang diterima, belum lama
ini.

Selain itu, Budi meminta seluruh pihak untuk bersiap-siap menghadapi prediksi peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi dalam waktu satu atau dua pekan ke depan. “Pemerintah terus melakukan pemantauan setiap harinya, untuk mengamati tren Covid-19 di Tanah Air dari
seluruh indikatornya,” kata Budi.

Sebelumnya, Budi pernah memperkirakan jumlah kasus yang ditemukan akan mencapai 10.000-15.000 kasus per harinya, dengan keterisian temapat tidur di rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan dampak dari varian-varian sebelumnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto menekankan pentingnya kapasitas pemeriksaan, pelacakan dan penanganan Covid-19 dalam rangka mengantisipasi meluasnya
subvarian baru, yakni XBB.

“Tingkatkan jumlah tes khususnya bagi mereka yang kontak erat dan bagi yang punya komorbid,” kata Agus.

“Peningkatan kapasitas pemeriksaan, pelacakan dan penanganan Covid-19 merupakan kunci utama untuk menekan penyebaran Covid-19 termasuk subvarian baru XBB.” Sambungnya.

Menghadapi penyebaran subvarian baru XBB di Indonesia, Dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto selaku Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes mengatakan kondisi Covid-19 masih fluktuatif.

“Terkait pelaksanaan rencana pembatalan PPKM pada Maret mendatang dan pernyataan Presiden Jokowi tentang pandemi Covid-19 akan berakhir itu, masih tergantung pada kondisi terkini,” ujar Achmad kepada wartawan, Selasa (29/11).

Seperti diketahui, pada bulan Oktober 2022, Presiden Jokowi menyatakan ada kemungkinan bahwa dalam waktu dekat bisa saja wabah Covid-19 dinyatakan berakhir oleh pemerintah Indonesia.

“Kami masih sedang memantau kondisi pasca Nataru. Nataru merupakan saat penting dimana rakyat akan meninggalkan rumah mereka untuk pulang mudik dan berlibur. Masyarakat Indonesia harus berhati-hati pada risiko terkena varian baru XBB saat menikmati
liburannya.” Katanya.

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.