Pejuang Anti Korupsi Novel Baswedan: Kami Akan Terus Berjuang

0 69

Jakarta. Penyelidik anti-korupsi yang dibutakan oleh serangan asam mendesak para pejuang korupsi untuk “tetap berani” saat ia kembali ke Indonesia setelah berbulan-bulan menjalani perawatan medis.
Aktivis berpakaian putih dan barisan pejabat menyambut Novel Baswedan saat dia tiba Kamis di markas Komisi Pemberantasan Korupsi di ibukota, Jakarta.

Baswedan memimpin penyelidikan sebuah skandal korupsi epik yang telah melibatkan politisi terkemuka saat dia diserang bulan April lalu saat dia meninggalkan shalat subuh. Tidak ada yang ditangkap dan Baswedan telah mengkritik penanganan penyelidikan polisi.

“Apapun yang terjadi, Tuhan akan menunjukkan jalan kebenaran, meski banyak orang mencoba untuk menutupinya,” katanya dalam sebuah video yang diposkan secara online.

“Saya memanggil teman-teman, aktivis, penegak hukum dan orang-orang yang bertanggung jawab untuk memberantas korupsi, marilah kita tetap fokus, tetaplah berani. Jangan takut, jangan ragu, tetap kuat.”

Baswedan mengatakan mata kanannya sekarang “cukup stabil” tapi dia tidak bisa melihat dari mata kirinya. Dia berharap dapat sering bepergian ke Singapura untuk perawatan medis lebih lanjut dalam persiapan operasi besar lainnya.

Penyelidik anti-korupsi menuduh bahwa sekitar 80 orang, kebanyakan pejabat dan legislator, dan beberapa perusahaan menggunakan sistem kartu identitas elektronik senilai $ 440 juta pada tahun 2011 dan 2012 untuk mencuri lebih dari sepertiga dari dana tersebut.

Politisi partai Golkar senior dan mantan pembicara parlemen Setya Novanto saat ini diadili karena dugaan perannya dalam pencurian uang masyarakat. Dia membantah melakukan kesalahan.

Korupsi adalah endemik di Indonesia dan komisi anti-korupsi, satu dari sedikit institusi efektif di negara berpenduduk lebih dari 250 juta orang, seringkali berada di bawah serangan legislatif oleh anggota parlemen yang ingin mengurangi kekuatannya.

Laode Syarif, seorang komisaris di lembaga anti-korupsi, mengatakan kepada kerumunan yang berkumpul untuk menyambut Baswedan bahwa agensi tersebut seharusnya tidak mundur dari misinya karena serangan tersebut.

“Kami akan terus berjuang,” katanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.