Mou Surabaya – Liverpool, Berimbas Pendapatan Daerah Naik

0 169

Selama beberapa hari Walikota Liverpool Inggris berada di Surabaya mengunjungi berbagai tempat seperti sentra UKM di Tunjungan, wisata hutan mangrove dan sebagainya. Selanjutnya melakukan penandatanganan MOU Surabaya – Liverpool, atau MOU Sister City pada 19 Maret lalu. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyambut positif kerjasama antara Surabaya dan Liverpool yang berkarakter sama yakni penyuka sepakbola dan musik. Surabaya juga sister city dengan Guangzhou Xiamen Jiangmen China, Varna Bulgaria, Kochi  Kitakyushu Jepang, Shah Alam Malaysia, dan Marseille Perancis.

Risma mengungkapkan Surabaya dan Liverpool sebagai kota pelabuhan tua di Indonesia dan Inggris, sehingga kerjasama antar pelabuhan dirasa perlu untuk dilakukan. “Kerjasama ini akan membawa banyak manfaat bagi kedua kota, terutama dalam pengembangan smart city untuk pelayanan publik yang lebih baik, pengembangan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), industri kreatif, dan pendidikan,” jelas Risma.

Mengunjungi Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya

Joe Anderson, Walikota Liverpool menyampaikan terima kasih atas keramahan dan sambutan hangat warga Surabaya kepadanya dan rombongan. “Ada sinergi dan energi yang bagus antara Surabaya dan Liverpool sehingga banyak kesempatan yang bisa diraih terutama dalam bidang kesehatan, budaya, pelayanan kesehatan, olahraga sepakbola, dan lain-lain,” jelas Joe Anderson mengaku tersanjung bisa berada di Surabaya dan menjalin kerjasama. Menurutnya Surabaya adalah teman Liverpool.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Moazzam Malik, menceritakan ide kerjasama datangnya dari Walikota Risma ketika berkunjung ke Liverpool. Moazzam mengakui kerjasama antara Surabaya dan Liverpool mempunyai peran penting untuk Indonesia dan Inggris. Ia pun  bersedia memfasilitasi rencana kerjasama lebih lanjut dan berharap kesuksesan di masa depan. Walikota Surabaya lantas memberikan kenang-kenangan berupa patung, udeng khas Surabaya dan lukisan potret yang dilukis anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Surabaya.

Saat berlatih di Tambak Sari

Pada hari Selasa (20/3) rombongan Walikota Liverpool menyambangi markas Karang Gayam, Tambaksari Surabaya. Mereka akan melakukan Short Coaching Clinic kepada anak-anak pesepakbola U12 dan U14 yang dikomandoi Shaun Garneth, tech director of international desk Tranmere Rovers FC. Short Coaching Clinic ini adalah salah satu bagian dari perjanjian kerjasama sister city untuk edukasi sepakbola. Pemkot Surabaya mempunyai visi membentuk bibit-bibit pesepak bola handal sejak dini.

Sementara itu, Kabag Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser di kantornya melaporkan dampak kunjungan kerja yang dilakukan beberapa kota ke Pemkot Surabaya sepanjang tahun 2017 total berjumlah 19.581 tamu, dimanfaatkan dengan mengajak singgah ke stand UKM, sentra PKL sekaligus mempromosikan tempat wisata di Kota Pahlawan.

Para tamu membawa keuntungan bagi pelaku UKM, sentra PKL, tempat penginapan (hotel) dan mall “Sebesar 36% tamu paling banyak mengunjungi mall Tunjungan Plaza sedangkan tempat penginapan paling banyak di hotel Simpang Dukuh sekitar 7,14%,” terang Humas Pemkot.

Foto bersama Walikota Surabaya, Walikota Liverpool, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste dan rombongan

Banyaknya tamu yang datang menimba ilmu di Surabaya karena keberhasilan Pemkot mendorong pembangunan sektor ekonomi dan sektor lain. Selama melakukan kunjungan para tamu menyatakan puas dengan pelayanan yang telah disediakan. Tingkat kepuasaan di mall mencapai 32,74%, kondisi kerajinan khas surabaya (UKM) sebesar 77,93%, kondisi hotel sebesar 69,60% dan keramahan pemkot saat menyambut tamu sebesar 56,61%.

Dampak perputaran perekonomian di Surabaya dari kunjungan tersebut dari 252 responden menyebutkan total pengeluaran diperkirakan Rp 363.753.500, jika dihitung per orang, rata-rata pengeluaran tamu selama di Surabaya sebesar Rp. 1.443.446. Estimasi pajak dan retribusi sebesar 10% dan estimasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kunjungan tamu 10% atau sebesar Rp. 745.261.495,-. Investasi atau pendanaan pembangunan 70% atau Rp 521.935.047, maka ada kenaikan  terhadap PAD sebesar 1,429. (Avr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.