Siapa yang tidak mengenal buah pare yang rasanya sangat pahit. Pare merupakan anggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae yang dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan. Jenis-jenis buah pare terdiri dari banyak varietas seperti pare belut, pare putih dan pare hijau varietas pare ayam. Pare ayam paling berpotensi sebagai antidiabetes karena mengandung zat aktif karantin berkadar tinggi.
Buah pare ayam yang mampu membantu menurunkan kadar gula darah, caranya dengan memprosesnya menjadi minuman fruit pulp sehingga berkhasiat sebagai antidiabetes. Felicia Tjokroaminjaya dan Adytya Dewanti dari Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berhasil membuktikan dengan mengkonsumsi fruit pulp buah pare mampu menurunkan kadar gula darah, sehingga bisa mengurangi frekuensi dosis obat anti diabetes (17/4).
“Mengonsumsi fruit pulp buah pare tidak lantas menghentikan konsumsi obat sintetik. Obat-obatan sintetik tetap perlu diminum, dan konsumsi fruit pulp pare disesuaikan dengan kadar gula darah penderita diabetes. Apabila kadar gula darah sudah turun, maka frekuensi dosis fruit pulp pare bisa dikurangi. Tetap harus cek gula darah secara rutin dan berkonsultasi ke dokter,” ujar Farida Lanawati Darsono dosen pembimbing kedua mahasiswa tersebut.

Cara membuat fruit pulp pare sangatlah mudah. Pertama pilihlah pare hijau varietas ayam yang muda berumur kurang lebih 15-20 hari dari munculnya bakal buah di pohon. Ukuran pare tersebut se-hasta orang dewasa dan warnanya harus hijau, jangan sampai memilih yang sudah kuning atau kecokelatan apalagi bijinya merah.

Kemudian dicuci dengan air mengalir sampai bersih serta dihilangkan bagian gabusnya sehingga hanya tersisa daging buahnya saja. Selanjutnya daging buah pare dipotong kecil-kecil, lalu diblender menjadi fruit pulp atau jus. Selanjutnya fruit pulp pare segar bisa dikonsumsi.

Bila kadar gula dalam darah penderita termasuk tinggi, maka bisa mengonsumsi setengah dari buah pare sesuai kriteria dan diminum setiap hari. Sedangkan bila kadar gula darahnya tidak terlalu tinggi, cukup menggunakan seperempat buah saja dan tidak perlu dikonsumsi setiap hari.
“Fruit pulp pare bila dikonsumsi bersamaan dengan obat sintetik, maka fruit pulp pare yang diminum terlebih dahulu. Fruit pulp diberikan cukup satu kali dalam sehari meskipun frekuensi minum obat sintetik bisa lebih dari satu kali. Dosis dan frekuensi meminum fruit pulp pare dikurangi bila kadar gula darah sudah menurun,” tutur Adytya.

Penelitian yang dilakukan Adytya dan Felicia merupakan penelitian pertama yang berhasil membuktikan bahwa fruit pulp buah pare bisa mengoptimalkan kinerja obat sintetik untuk menurunkan gula darah. Keduanya mengakui memilih pare untuk diteliti karena mudah didapatkan masyarakat dan segudang manfaatnya untuk dikonsumsi dengan pengolahan yang tepat. (Avr)