Pemerintah Malaysia menawarkan beasiswa ‘Ayo Kuliah di Malaysia!’. Ini merupakan program beasiswa yang diberikan oleh perguruan-perguruan tinggi negeri, swasta, dan universitas internasional Malaysia untuk siswa Indonesia.
Malaysia akan memberikan 5.000 kuota beasiswa bagi siswa Indonesia untuk menempuh program sarjana, pasca sarjana, dan doktor.
Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kerjasama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia. Selain itu, Malaysia ingin menunjukkan kalau Malaysia sebagai negara tetangga dengan fasilitas pendidikan dengan kualitas yang baik dengan biaya terjangkau.
Ada 29 perguruan tinggi negeri dan swasta yang akan menbuka stand pamerannya pada acara yang bertajuk Karnival Ayo Kuliah di Malaysia! Acara tersebut akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu mendatang di Kedutaan Besar Malaysia.
Para pemburu beasiswa dapat melihat-lihat dan berkonsultasi langsung dengan universitas-universitas dari Malaysia.
Selain lulusan SMA, para lulusan SMK juga dapat mendaftar karena telah ada Pendidikan Politeknik Malaysia sebagai universitas yang mengkhususkan pendidikan di bidang teknik.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim mengatakan, ada sebanyak 11.000 mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di perguruan tinggi Malaysia.
“Program ini merupakan program pertama oleh pemerintah Malaysia. Indonesia menjadi neara pertama yang menerima beasiswa ini,” katanya, Rabu, (7/3).
Beasiswa ini, ujar Zahrain, tidak berkaitan dengan hubungan bilateral Malaysia dan Indonesia. Namun Pemerintah Malaysia hanya memfasilitasi dan para calon penerima beasiswa mendaftar langsung ke-29 perguruan tinggi yang akan ikut membuka stand pameran edukasi Sabtu mendatang.
Zahrain dan Pemerintah Malaysia mengharapka banyak pelajar Indonesia yang meramaikan universitas-universitas di Malaysia.
“Dengan adanya teknologi terkini pelajar Indonesia akan difokuskan untuk pekerjaan yang akan datang,” kata Penasihat Kedutaan di Bidang Pendidikan Malaysia, Mohammad Hidayat.
Mahasiswa Indonesia akan dilatih menghadapi dunia industri semasa kuliah. Jika di Indonesia masa magang hanya satu tahun, lain halnya dengan di Malaysia.
Menurutnya, mahasiswa akan diberikan masa training di dunia industri selama dua tahun. (jambiindependentonline)