The news is by your side.

Lezatnya Matoa, Buah Lokal dari Papua

70

Buah matoa mungkin terdengar asing di sebagian pembaca. Saya saja baru mengetahui buah ini sekitar tahun 1993. Saya pertama kali mengenal buah matoa ketika praktikum Dendrologi di Fakultas Kehutanan-IPB.

Waktu itu, saya baru mengenal pertelaan matoa dari daun. Belum mengetahui buahnya seperti apa dan bagaimana rasa buah ini. Ketika di mata kuliah Dendrologi, disampaikan kalau matoa itu satu famili dengan buah rambutan. Tetapi bedanya terletak di rambutnya, kalau matoa permukaan kulit buahnya mengkilat dan tidak memilik bulu seperti rambutan.

Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman buah lokal dari Papua. Secara ilmiah, Matoa dikelompokan ke dalam family Sapindaceae.

Biasanya Buah Matoa berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan menjadi buah yang dapat dipanen sekitar bulan November-Januari.

Rasa buah Matoa sangat manis dan lezat. Manisnya menyerupai buah Lengkeng tetapi aromanya wangi menyerupai buah Durian. Dengan rasa yang manis dan aromanya yang wangi, buah Matoa mulai menjadi buah favorit.

Sejalan dengan perkembangan teknologi pembibitan, buah Matoa dapat dikembangkan di luar Papua. Buah Matoa yang sering ditemui di pasaran ternyata dikembangbiakan di Pulau Jawa. Penghasil buah Matoa terbesar berada di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah.

Lezatnya buah Matoa dari Papua ini tertanya menjadi incaran para pemburu buah unik. Bagi yang berminat untuk mencoba lezatnya buah Matoa, tidak perlu pergi ke Papua karena sudah banyak tersedia di supermaket terkemuka di beberapa kota.

(Viva)

Leave A Reply

Your email address will not be published.