Infeksi itu dikonfirmasi pekan lalu setelah  tes COVID-19 dilaksanakan di laboratorium Animal and Plant Health Agency (APHA) di Weybridge, menurut pernyataan lembaga-lembaga terkait.

Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Perdesaan, serta APHA (Lembaga Kesehatan Flora dan Fauna) melalui pernyataan mengemukakan bahwa temuan itu menjadi kasus COVID-19 pertama  ya h terkonfirmasi pada hewan di Inggris.

Namun, “tidak ada bukti yang mengindikasikan bahwa hewan tersebut menularkan penyakit itu ke pemiliknya atau bahwa kucing atau hewan-hewan peliharaan lainnya dapat menularkan virus ke manusia,” lanjut pernyataan itu.

Otoritas menyebutkan “bukti menunjukkan bahwa kucing tersebut tertular virus corona dari majikannya, yang sebelumnya terbukti positif COVID-19.”

Kucing dan pemiliknya kini sembuh secara sempurna dan hewan lain di rumah tersebut tidak terinfeksi, menurut pernyataan.

Hingga kini, hampir sekitar 45.000 orang di Inggris meninggal akibat virus corona.

Inggris merupakan salah satu negara yang paling parah terdampak pandemi COVID-19, sekaligus mencatat jumlah kematian tertinggi di Eropa.

Anadolu