Krisis Penggunaan Limbah Plastik Indonesia: Sebuah Rekaman Penyelam Asing ini Menunjukkan Seberapa Parah Polusi Sampah Plastik di Bali

0 172

Jutaan wisatawan tertarik pada pemandangan alam di Bali dan kehidupan lautnya yang kaya, namun seorang penyelam Inggris telah merilis rekaman yang menakjubkan yang menyoroti masalah yang berkembang di perairannya yang tak lagi sejernih sejernih kristal karena sampah plastik.

Sebuah video bawah air yang direkam oleh Rich Horner minggu ini menunjukkan laut yang dipenuhi sampah plastik dan sampah lainnya di Manta Point, sebuah situs selam yang terkenal di dekat pulau utama Bali. Video ini telah dilihat sekitar satu juta kali.

“Arus laut membawa kita hadiah indah dari ubur-ubur apik, plankton, dedaunan, dahan, daun, batang, dll … Oh, dan beberapa plastik,” tulis si penyelam di akun Facebook-nya.

Plastik dari segala jenis – termasuk botol, gelas dan sedotan – melayang di sekelilingnya, katanya.

“Kantong plastik, kantong plastik, plastik, plastik, plastik begitu banyak!”

Seringkali dijuluki surga di bumi, pulau liburan Indonesia ini telah menjadi potret yang memalukan karena krisis sampah di negara ini.

Masalahnya telah tumbuh sangat buruk sehingga pejabat di Bali tahun lalu mendeklarasikan “keadaan darurat darurat” di sepanjang pantai sepanjang enam kilometer yang mencakup pantai populer Jimbaran, Kuta dan Seminyak.

Manta Point berjarak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari pulau utama Bali.

Indonesia, sebuah kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, merupakan penyumbang terbesar kedua bagi sampah di lautan setelah China, dan 1.29 juta metrik ton yang kolosal diperkirakan akan diproduksi setiap tahun oleh negara Asia Tenggara.

Gelombang plastik yang membanjiri sungai dan samudra telah menyebabkan masalah selama bertahun-tahun, menyumbat saluran air di kota-kota, meningkatkan risiko banjir, dan melukai atau membunuh hewan laut yang tertelan atau terjebak oleh kemasan plastik.

“Mikroplastik bisa mencemari ikan, yang jika dimakan manusia, bisa menimbulkan masalah kesehatan, termasuk kanker,” kata I Gede Hendrawan, seorang peneliti oseanografi lingkungan di Universitas Udayana Bali, sebelumnya.

Sebagai bagian dari komitmennya di bawah kampanye Laut Ramah Lingkungan PBB, Jakarta telah berjanji untuk mengurangi limbah plastik laut hingga 70 persen pada tahun 2025, melalui daur ulang, membatasi penggunaan kantong plastik, kampanye pembersihan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Namun, skala masalah yang dihadapi Indonesia sangat besar, karena populasinya lebih dari 260 juta dan infrastruktur pengolahan limbah yang buruk.

Leave A Reply

Your email address will not be published.