Keguyuban Dalam Perayaan Hut Sam Poo Tay Djien Ke-646

0 284

Perayaan HUT TITD Sam Poo Tay Djien ke-646 atau lebih populer dengan sebutan Klenteng Mbah Ratu digelar pengurusnya selama tiga hari berturut dari 14 hingga 16 Januari. Pada hari pertama digelar reuni Kim Sien diikuti 11 klenteng, keesokannya perayaan HUT Sam Po Tay Djien dengan sembahang bersama dipimpin para pengurus, dan hari terakhir kembalinya 21 Kim Shien ke klenteng masing-masing.

Pada malam perayaan HUT Sam Poo Tay Djien digelar sembahyang diikuti seluruh umat dipimpin pengurus secara khidmat, tepat pukul 18.00 WIB (15/1). Selesai sembahyang, pengurus menyediakan aneka hidangan termasuk masakan vegetarian. Hartadi Tanuwijaya Ketua Umum TITD Sam Poo Tay Djien mewakili pengurus mengucapkan terimakasih kepada seluruh TITD yang hadir.

Demikian pula Ivan Gunawan selaku Dewan Kehormatan juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran perayaan. “Acara HUT Sam Poo Tay Djien telah berlangsung lancar, semua undangan hadir memberi dukungan yang tak terhingga. Kami seluruh pengurus sangat berterimakasih,” tutur Ivan Gunawan di sela acara.

Nanang Ketua Klenteng Jagalan mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus yang telah menyelenggarakan perayaan HUT Sam Poo Tay Djien. “Semoga langgeng tempat ibadah ini serta didukung umatnya dan terus mengabdi kepada masyarakat,” tutur Nanang.

Chandra Wurianto Ketua Pasobarin Jatim memberi apresiasi kepada pengurus Sam Poo Tay Djien yang memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat sekitar dengan kegiatan sosialnya. Menurut Chandra Wurianto, Klenteng Mbah Ratu memuja Cheng Ho yang muslim.

“Cheng Ho itu tokoh dunia yang berkeliling dunia dengan persahabatan, tidak menjajah. Cheng Ho lahir di Tiongkok, tidak bedanya Gus Dur dan Bung Karno tokoh dunia yang kebetulan lahir di Indonesia. Semua tokoh jangan dilihat asal usulnya tapi jiwanya, perjuangannya dan persahabatannya kepada dunia,” ujar Chandra Wurianto.

Agus Sugiarto ketua TITD Tjoe Tik Kiong Pasuruan mengatakan sangat mendukung semua program yang diagendakan pengurus Sam Poo Tay Djien. Agus memuji pengurus yang menyelenggarakan acara di Sam Poo Tay Djien yakni pada malam Jumat Legi dan berharap masyarakat luas bisa menghadirinya.

“Acara malam Jumat Legi harus terus dilestarikan demi kerukunan tak hanya warga Tionghoa tapi bersama suku lain dan masyarakat luas,” himbau Agus Sugiarto yang terbilang paling lama memimpin Klenteng Pasuruan dengan beragam kegiatan setiap harinya diantaranya olahraga, senam, wushu, latihan barongsai, karaoke dan sekolah Minggu.

Hendra Kurniawan dari Klenteng Gresik juga memberikan ucapan selamat dan sukses digelarnya perayaan HUT Sam Poo Tay Djien yang dihadiri 500 tamu undangan lebih. “Klenteng Mbah Ratu ini melegenda dan sebagai petilasan Cheng Ho yang pernah datang ke Surabaya. Di sini disimpan kayu bekas pecahan kapal milik Cheng Ho,” terang Hendra Kuriawan yang sempat menceritakan keberadaan klenteng Gresik yang unik berada di tengah pemukiman warga Arab namun terjalin toleransi yang besar antar umat beragama. (April Lie)

Leave A Reply

Your email address will not be published.