Pemangkat-Harian InHua. Sebulan menjelang Pemilihan Umum calon Presiden, calon Legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPRD Propinsi, Perhimpunan Nelayan Pesisir Pantai Utara Kabupaten Sambas menunjukkan aksi kepedulian dan dukungannya dengan menggelar Deklarasi Pemilu Damai 2019.
Aksi Deklarasi yang diselenggarakan di Pelabuhan Perikanan Desa Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Minggu 17 Maret 2019, dihadiri Kepala Polisi Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi. Didi Haryono, unsur Forkopimda Kalimantan Barat, Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili, Kapolres Sambas, AKBP. Permadi Syahids Putra, Sekda Singkawang Sumastro, Dandim 1202 Singkawang Letkol Inf. Abdul Rahman, unsur Forkopimcam Pemangkat, dan ribuan Nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Sambas.
Kehadiran Kapolda Kalbar beserta rombongan disambut Ketua Panitia Deklarasi Pemilu Damai Perhimpunan Nelayan Pantura Siet Cin Cung alias Atong yang diiringi dengan penampilan Tarian Tidayu yang dibawakan para penari dari Sanggar Sangkat Pemangkat.
Ketua Panitia Deklarasi Pemilu Damai Siet Cin Cung alias Atong dalam penyampaian kata sambutan menuturkan, bahwa dirinya bersama seluruh panitia dan Perhimpunan Nelayan Pantai Utara Kabupaten Sambas berkomitmen menciptakan suasana Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif yang aman, damai, tertib, jujur, sukses, dan lancar tanpa adanya aksi radikalisme, terorisme, ujaran kebencian, berita hoax, dan upaya-upaya yang dapat mengancam ideologi Pancasila.
“Kami bersama seluruh unsur masyarakat dan Perhimpunan Nelayan Pantai Utara Kabupaten Sambas, khususnya Kecamatan Pemangkat yang hadir dalam Deklarasi Pemilu Damai ini, bersepakat untuk mendukung dan menjaga agar Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 berjalan dengan aman, tertib, lancar, jujur, dan damai. Kami berkomitmen mendeklarasikan diri untuk mengikuti seluruh proses dan pelaksanaan Pimilihan Presiden dan Legislatif secara aman dan damai di Kabupaten Sambas dan Kecamatan Pemangkat, sehingga seluruh elemen masyarakat, khususnya Nelayan Pantai Utara dapat menggunakan hak suaranya, dan mengikuti proses demokrasi Pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 nanti,” kata Siet Cin Cung.
Adapun isi Deklarasi Pemilu Damai yang diikrarkan, disebutkan Siet Cin Cung antara lain :
- Bersepakat menciptakan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan jujur
- Menolak segala bentuk ujaran kebencian dan berita hoax
- Menolak segala bentuk paham radikalisme, terorsme, dan upaya-upaya menggantikan ideologi Pancasila menjadi Ideologi yang lain
“Deklarasi Pemilu Damai ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami selaku panitia khsusnya dan masyarakat Kecamatan Pemangkat umumnya, dapat bersama-sama bersilaturahmi dan bertatap muka dengan Bapak Kapolda Kalimantan Barat, Unsur Forkopimda Kalbar, Bupati dan Kapolres Sambas, Unsur Forkopimda Sambas, unsur Forkopimda Singkawang, serta seluruh rekan-rekan yang tergabung dalam Perhimpunan Nelayan Pantai Utara Kabupaten Sambas untuk bersatu padu ikut andil dalam mensukseskan Pemilu yang Aman dan damai. Semoga Deklarasi Pemilu Damai yang kita laksanakan ini memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan diantara kita, dalam mengawal dan mengamankan keutuhan NKRI, Undang Undang Dasar 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.
Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Sambas menyambut gembira dan mendukung penuh pelaksanaan Deklarasi Damai yang digagas Perhimpunan Nelayan Pantai Utara di Kecamatan Pemangkat/
Ia berharap, seluruh komponen masyarakat dan Nelayan se-Kabupaten Sambas, dapat bersinergi dengan TNI dan Polri, serta Pemerintah Kabupaten Sambas, untuk bersama-sama mendukung dan mengamankan Pemilihan Presiden dan Legislatif, sehingga pesta demokrasi rakyat tersebut, berjalan dengan aman, damai, tertib, dan lancar.
“Pemerintah Kabupaten Sambas menyambut gembira dan memberikan dukungan sepenuhnya atas Deklarasi Pemilu Damai yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Nelayan Pantai Utara se-Kabupaten Sambas ini. Perbedaan dalam hal memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta anggota Legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD Kabupaten dan Kota, serta DPRD Propinsi adalah hak pribadi masing-masing. Namun adanya perbedaan ini, jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan kita sebagai sesama anak bangsa.
Oleh sebab itu dalam kesempatan Deklarasi Pemilu Damai 2019 ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sambas, untuk bersama-sama menjaga stabilitas politik yang saat ini eskalasinya cenderung terus meningkat. Mari kita kokohkan tali persatuan dan kesatuan. Kita pererat semangat persaudaraan dan kebersamaan, membangun Sambas yang manju, sejahtera, berkarakter, integritas, dan berdaya saing,” ucap Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili.
Sementara itu, Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ketua Panitia Deklarasi Pemilu Damai Siet Cin Cung beserta seluruh Nelayan yang tergabung dalam Perhimpunan Nelayan Pantai Utara Kabupaten Sambas.
Di hadapan ribuan Nelayan dan masyarakat Kecamatan Pemangkat, Didi Haryono mengimbau agar masyarakat jangan terprovokasi berita hoax, ujaran kebencian, dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
“Saya berharap pelaksanaan pemilihan umum calon Presiden dan calon Legislatif, pada 17 April 2019 nanti berjalan aman, sejuk, dan damai, jangan ada yang terprovokasi oleh tindakan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah keutuhan NKRI, khususnya di Kalimantan Barat. Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sambas, khususnya para Nelayan yang hadir dalam Deklarasi Pemilu Damai ini, agar mencerna dan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi, terlebih lagi adanya ujaran kebencian yang berkembang di media sosial, sehingga tidak terjadi perselisihan yang bisa menggangu ketertiban dan ketenteraman masyarakat,” tukas Didi Haryono.
Ia menyampaikan, bahwa Kepolisian RI dengan kekuatan Tim Cyber Crime dapat menemukan, dan menangkap setiap pelaku penyebar isu hoaks dan ujaran kebencian, yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Dalam kesempatan ini, saya juga mengajak Nelayan dan masyarakat Kecamatan Pemangkat untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan menghindari perpecahan. Para Nelayan juga memiliki hak, dan wajib menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai Golput, karena satu suara menentukan nasib bangsa dan negara Indonesia. Siapapun pilihannya, tetap jaga persatuan dan kesatuan, ciptakan Pemilu yang aman, damai, dan kondusif,” pesannya.
Tak lupa, Didi Haryono juga mengingatkan jajaran TNI dan Polri, untuk selalu menjaga netralitas menjelang Pemilu yang dilaksanakan 17 April 2019 mendatang. (Rio Dharmawan)
