Investasi di 13 Kawasan Industri Ditarget Rp 250 T Tahun Ini

0 91

Jakarta – Pemerintah tahun ini menargetkan investasi yang ditarik dari 13 kawasan industri mencapai Rp 250,7 triliun. Kawasan industri ini antara lain Morowali Sulawesi Tengah, Kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei Sumatera Utara, Bantaeng Sulawesi Selatan, JIIPE Gresik Jawa Timur, Kendal Jawa Tengah dan Wilmar Serang, Banten.

Selain itu, Dumai Riau, Konawe Sulawesi Tenggara, KEK Palu Sulawesi Tengah, Bitung Sulawesi Utara, Ketapang Kalimantan Barat, KEK Lhokseumawe Aceh dan KI Tanjung Buton Riau.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, untuk mendorong investasi pemerintah akan berikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri.

“Antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan non fiskal, serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan hingga tata ruang,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/1/2018).

Dia mengatakan fasilitas insentif fiskal tersebut merupakan hasil benchmark dengan Thailand dan negara lain. Diharapkan, akan turut meningkatkan daya saing Indonesia dibanding negara ASEAN lain.

Apalagi, pengelolaan ekonomi di Tanah Air dinilai semakin membaik mulai dari peringkat ease of doing business yang melonjak ke posisi 72 pada tahun 2017 dan peringkat layak investasi yang diberikan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P).

Dia memproyeksikan, investasi di industri secara keseluruhan sektor manufaktur tahun ini sebanyak Rp 352 triliun. Dengan investasi, akan tercipta lapangan kerja baru dan multiplier effect seperti peningkatan nilai tambah dan penerimaan devisa dari hasil ekspor.

Dia menjelaskan, pihaknya telah memfasilitasi pembangunan sejumlah kawasan industri terpadu dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang guna memudahkan para investor mengembangkan bisnisnya di Tanah Air.

“Pembangunan kawasan industri juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dalam negeri serta mewujudkan Indonesia sentris,” tegasnya.


政府在13个工业区 将引进的投资指标是250.7万亿盾

(雅加达讯) – 今年政府在13个工业区要引进的投资指标达到250.7万亿盾。这些工业区是北苏拉威西莫洛瓦利工业专区,北苏门答腊芒格伊河工业区,南苏拉威西班达恩工业区, 中爪哇锦石工业区,中爪哇根达尔工业区和万丹西冷威佩玛尔工业区。还有廖省杜迈工业区,东南苏拉威西哥纳威工业区,东南苏拉威西巴鲁工业区,北苏拉威西比东工业区,西加道房工业区,亚齐司马委工业区和廖省丹绒布东工业区。,
工业部长艾朗卡·哈达多於1月6日说,为了推动投资,政府将择方便在这些工业区的投资方便。其中通过财政和非财政剌激,以及供应工然气、电力、清洁水、人力、地皮直到空间设计。

他说,财政剌激是以根据泰国和其他国家的标准。他希望这将提高我国与东盟国家相比的竞争力。特别是我国的经济经营被认为更加良好,在2017年经营便利评级提高到第72位,而且标准与普尔国际评级机构给予适合投资的评级。

他预测,今年制造业领域的投资达到352万亿盾。这些投资,将创造新的就业岗位和乘数效应,比如,输出产品的增值和外汇收入。

他说,工业部已经方便一个工业区与支撑设备建设,以便利投资者发展在我国的经营。他说,工业区的建设也是政府减少国内经济差距和实现印尼中心的努力之一。(detikfinance)

Leave A Reply

Your email address will not be published.