Seperti kaca mata, lensa kontak dapat digunakan untuk rabun dekat, rabun jauh dan astigmatisme.

Tapi benda kecil yang langsung ditempelkan pada bola mata itu kerap dipakai untuk alasan estetika karena mengubah warna mata yang bisa menunjang penampilan.

Dokter Allert Benedicto Ieuan Noya dari Alodokter mengemukakan ada beberapa pertimbangan yang harus diketahui sebelum memakai lensa kontak.

“Sebagian orang dapat mengalami kesulitan dalam menggunakan lensa kontak. Mulai dari sulit mendapatkan lensa kontak yang cocok, hingga tidak bisa menggunakannya dengan baik,” kata dia dalam siaran pers, Sabtu.

Lensa kontak dapat mengakibatkan alergi, penglihatan kabur, rasa terbakar, gatal, menyengat dan sakit pada mata. Selain itu, benda kecil tersebut juga dapat membuat mata meradang dan bengkak.

“Dalam kondisi yang serius, bahaya lensa kontak bisa juga mengakibatkan kebutaan jika tidak diobati segera mungkin. Berhenti memakai lensa kontak jika Anda merasakan beberapa gejala, seperti munculnya air mata berlebih, mata terasa tidak nyaman, atau timbulnya kotoran mata.”

Bila pemasangannya benar dan aman, lensa kontak tidak akan berbahaya pada mata. Allert menjelaskan empat trik aman tampil menarik dengan lensa kontak.

Ikuti instruksi pada kemasan

Lensa kontak memiliki jenis yang berbeda-beda, begitu pula perawatannya. Perhatikan dengan baik instruksi penggunaan yang tertera pada kemasan.

Selain instruksi yang tertera, ikuti juga petunjuk yang diberikan oleh dokter.

Jaga kebersihan lensa kontak

Kebersihan lensa kontak adalah kunci utama agar tidak mengalami risiko yang terjadi.

Bersihkan lensa kontak dengan larutan khusus sesuai instruksi penggunaan maupun petunjuk dokter, rutin melakukan pemeriksaan softlens, hindari memakainya saat mandi dan berenang, serta jangan menggunakan lensa kontak yang sudah rusak.

Hindari menggunakan lensa kontak saat tidur

Demi keamanan, kesehatan, dan kenyamanan mata, hindari menggunakan lensa kontak saat tidur. Penting sekali untuk melepasnya sebelum tidur.

Penggunaan lensa kontak saat tidur dapat meningkatkan risiko munculnya keratitis, yaitu peradangan yang terjadi pada kornea. Pada tingkat tertentu, keratitis ini dapat menyebabkan kebutaan.

Rajin membersihkan tempat penyimpanan

Tidak hanya rutin mengganti larutan untuk lensa kontak, perhatikan pula kebersihan tempat penyimpanan. Setiap hari setelah penggunaan, bilas tempat penyimpanan, kemudian keringkan dengan membiarkannya terbuka.

Setiap satu minggu sekali, cuci bersih tempat penyimpan dengan menggunakan larutan untuk lensa kontak dan gosok secara perlahan. Selain dibilas dan dicuci, ganti juga tempat penyimpanan dengan yang baru tiap sebulan sekali.

Selain itu, jaga pula kebersihan tangan saat akan menyentuh lensa kontak. Meski secara kasat mata terlihat bersih, bukan berarti tangan bebas dari bakteri. Ia juga menganjurkan untuk memilih lensa kontak sesuai rekomendasi dokter mata.

(Ant/Rully)