HUT Dewa Bumi Raya Pererat Harmonisasi dan Kerukunan Antar Umat Beragama Paloh

0 289

Paloh-Harian InHua. Peringatan Hari Ulang Tahun Thai Paku Kung atau yang lazim dikenal sebagai Dewa Bumi Raya yang dipusatkan di Vihara Fuk Tet Chi, di Desa Liku, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berlangsung dengan khidmat dan sangat meriah, Minggu 18 Maret 2018.

Peringatan ulang tahun ini, terasa istimewa karena bersamaan dengan didirikannya gedung Sekolah Minggu Buddhis Dhamma Desana, yang dibangun di samping Vihara Fuk Tet Chi.

Acara Hut Dewa Bumi Raya dihadiri ratusan masyarakat Tionghoa setempat dan tamu undangan dari berbagai wilayah Kecamatan lainnya di Kabupaten Sambas, seperti Pemangkat, Tebas, Jawai, Selakau. Bahkan, tidak sedikit diantara tamu yang hadir, berasal dari Jakarta.

Selain memanjatkan doa, umat Buddha, Tao dan Konghucu yang hadir pada perayaan itu juga mengadakan persembahan sesajian berupa kue dan buah-buahan di depan altar Dewa Bumi Raya.

Hadir dalam acara perayaan Ketua Tri Dharma Kecamatan Pemangkat, Siet Cin Cung yang membaur dengan umat saat melaksanakan sembahyang penghormatan dan ungkapan terima kasih kepada  Dewa Bumi Raya yang dipercaya sebagai Dewa Pelindung, penjaga kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Panitia Chai Thu Sen mengungkapkan, bahwa pihaknya merasa bangga, acara perayaan HUT Dewa Bumi Raya dihadiri Ketua Tri Dharma Pemangkat, Kabupaten Sambas.

“Kami  atas nama panitia perayaan dan pengurus Vihara Fuk Tet Chi, Desa Liku, Kecamatan Paloh, mengucapkan banyak terima kasih dan menyambut gembira atas kehadiran Ketua Tri Dharma Siet Cin Cung alias Atong, dalam acara perayaan HUT Dewa Bumi Raya. Saudara kita Siet Cin Cung, tidak hanya meluangkan waktunya untuk memenuhi undangan kami, dengan menghadiri acara perayaan yang kami selenggarakan, etetapi turut mendanai gedung Sekolah Minggu Buddhis Dhamma Desana, yang kami bangun di samping Vihara Fuk Tet Chi. Atas dukungan, partisipasi dan sumbangsih baik moril maupun materil yang diberikan Siet Cin Cung, kami segenao panitia dan pengurus Vihara menyampaikan apresiasi, dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” kata Chai Thu Sen.

Disampaikan dia, Dewa Bumi Raya adalah salah satu Dewa yang diyakini dan banyak dipuja umat Buddha, Tao, dan Konghucu di Kecamatan Paloh, khususnya Desa Liku.

“Nama lain Dewa Bumi Raya adalah Thai Pak Kung. Dewa ini, di kalangan para Dewata memiliki kedudukan sangat tinggi,” ungkap Chai Thu Sen.

Melalui perayaan HUT Dewa Bumi Raya ini, dia mengajak umat dan tamu undangan yang hadir, untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, para Buddha, Bodhisatva dan para Dewa Dewi yang ada di alam Surga atas berkat dan karunia yang dilimpahkan kepada umat manusia.

“Semoga berkah Tuhan Yang Maha Kuasa, para Buddha, Bodhisatva dan Dewa Bumi Raya selalu memberkati kita semua,” harapnya.

Disebutkan dia, jajaran pengurus Vihara Fuk Tet Chi dengan masyarakat selama ini, hidup berdampingan secara rukun dan damai, sehingga kerukunan antar umat beragama terjalin dengan sangat baik.

“Hingga saat ini untuk menjaga kebersamaan, di pengurus kami tidak ada perbedaan. Intinya, semua yang masuk dalam kepengurusan adalah sama tidak ada perbedaan jabatan. Perayaan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga masyarakat lain yang juga datang menyaksikan rangkaian acara hiburan yang kami suguhkan,” ungkapnya.

Ketua Tri Dharma, Siet Cin Cung meminta seluruh umat Tridharma di Desa Liku, Kecamatan Paloh, untuk selalu menjaga kerukunan, dan toleransi antar umat beragama.

Menurut dia, kerukunan hidup antar umat beragama di Kabupaten Sambas, selama ini sudah berjalan dengan sangat baik. Ia berharap, sikap saling hormat menghormati antar umat beragama, harus tetap dijaga dan terus ditingkatkan.

“Toleransi antar umat beragama, harus tercermin pada tindakan-tindakan atau perbuatan yang menunjukkan saling menghargai, saling menghormati, saling menolong, dan saling mengasihi satu sama lain. Termasuk di dalamnya menghormati keyakinan dan keimanan orang lain dengan baik, sehingga tercipta suasana rukun dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dsan bernegara. Apalagi, negara sudah menjamin kebebasan umat beragama, hanya kita harus saling menjaga etika dalam beragama. Jangan sampai saling merasa tersinggung antara satu dengan yang lain, jangan sampai saling memusuhi dan saling curiga. Mari kita jaga kehidupan beragama di Desa Liku, Kecamatan paloh, Kabupaten Sambas ini,” ajaknya.

Dia meminta agar tokoh agama, dalam membina umat untuk lebih memperhatikan pembinaan moral dan sikap generasi muda.

”Tokoh agama termasuk pengurus Vihara, saya harapkan untuk fokus terhadap pembinaan generasi muda. Harus bisa menjauhkan generasi muda yang menjadi penerus bangsa dari pengaruh narkoba, serta segala macam pengaruh negatif globalisasi,” pintanya. Terkait dengan perayaan HUT Dewa Bumi Raya, dirinya berharap agar momentum ini semakin meningkatkan keimanan dan ketaatan umat Tridharma terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Peringatan hari ulang tahun, disampaikan dia, tidak sekedar dilakukan secara seremonial saja, tapi harus diiringi dengan komitmen untuk melakukan evaluasi diri terhadap apa yang telah dilakukan selama ini, sekaligus  bertekad mengupayakan perbaikan kedepan.

“Terpenting, perayaan HUT Bumi Raya ini, harus menjadi wahana untuk mempererat hubungan silaturahmi, kekompakan dan persatuan serta toleransi di lingkungan masyarakat Kecamatan Paloh,” pungkasnya. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.