Hubei – Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, China, mencabut larangan berpergian di wilayah tersebut mulai 25 Maret ini. Pencabutan larangan berpergian berkat menurunnya jumlah kasus pasien Covid-19 menjadi  nol pada 19 Maret lalu. Hanya Wuhan, wilayah asal penyebaran Covid-19, yang masih diterapkan larangan bepergian bagi warganya.

Larangan bepergian di Wuhan rencananya baru akan dicabut 8 April nanti. Semua warga yang akan keluar dan masuk Wuhan harus memenuhi dokumen kesehatan yang dikeluarkan Komisi Kesehatan.

Sejak Wuhan menjalani lockdown pada 23 Januari kemarin, lebih dari 80 ribu warga China yang terinfeksi Corona. Lebih dari 3.200 meninggal dunia. Presiden China Xi Jinping sudah mengunjungi Wuhan untuk melihat langsung perkembangan ibu kota Provinsi Hubei itu.

Kasus penularan Covid-19 di China memang  jauh berkurang. Negeri Tirai Bambu itu pun tengah berbenah untuk kembali membangun perekonomian mandek akibat wabah ini.

kan Strait Times, pekan lalu Hubei sudah mengizinkan warga dari wilayah yang beresiko rendah infeksi Corona untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Mereka harus mendapat “sertifikat” dari pemerintah daerah untuk bisa kembali berkegiatan normal. Isi sertifikat ini menyatakan mereka sehat dan tidak memiliki dugaan membawa virus Sars-CoV-2, keluarga virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

China menutup akses sejumlah wilayahnya demi menghambat angka penularan Covid-19. Upaya penghentian penyebaran virus termasuk menghentikan semua jadwal transportasi darat, laut dan udara. Pemerintah juga melarang perkumpulan warga dan meminta semua orang untuk tinggal di rumah.

Meski awalnya pengamat meragukan langkah karantina tersebut, China nyatanya berhasil menekan angka penularan dan tidak lagi memiliki kasus penularan baru.

Meski karantina di Hubei berhasil menyelesaikan ribuan kasus, angka kematian di wilayah itu masih cukup besar. China sudah melonggarkan langkah karantina wilayah dengan menurunnya jumlah infeksi baru,  sebelumnya 15 ribu pada bulan lalu menjadi nol.