Eros Djarot menginginkan budaya Indonesia, khususnya di bidang sinema nasional. Eros ingin agar pemerintah Indonesia lebih memperhatikan film seperti yang dilakukan pemerintah Cina.
“Jadi emang gampang, dan terutama gini, orang Indonesia ini kan, pemerintah kita, bukan seperti pemerintah Cina ya, di mana dia (China) tuh main film, yang dananya gila,” kata Eros.
“Dengan film ini, orang-orang di dunia tahu bagaimana teknologi dan budaya China sangat maju sekarang, hanya melalui film,” lanjutnya menjelaskan.
Eros melihat, pemerintah Indonesia tidak seperti pemerintah Cina yang telah berkonsentrasi pada pengembangan budaya, bahkan Eros menyiratkan konflik politik Indonesia yang berlarut-larut.
“Dan ini bukan yang Indonesia punya, jadi kita masih sibuk pertanyaan, khilafah lah, masalah Pancasila, masalahnya masih dasar-dasar semua ya, jadi belum pindah ke inovasi, atau budaya yang lebih mulia,” katanya.
“Terbatas pada masalah-masalah politik yang sangat sepele ini, ya, hasilnya hanya kelahiran perpecahan saat ini,” lanjut humanis dan alumni GMNI.
“Jadi pilihan dari sistem politik, ekonomi tidak mendukung semuanya, jadi jika orang ingin membuat film yang menghormati sesuatu yang membutuhkan pengorbanan ekonomi, tidak sampai,” pungkasnya. (Tribunnews)