China Membantah Mencoba Menggantikan Peran AS dalam Urusan Global

0 98

China menolak pendapat yang mengatakan bahwa pihaknya mencoba menggantikan peran Amerika Serikat dalam urusan global.

Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan pada hari Kamis bahwa ada persaingan antara China dan AS, namun kedua negara harus memperlakukan diri mereka sendiri sebagai mitra daripada rival.

“Beberapa orang di Amerika Serikat percaya bahwa China menyalip peran AS dalam urusan internasional. Ini adalah kesalahan penilaian strategis yang mendasar, “kata Wang dalam sebuah konferensi pers di sela-sela Kongres Rakyat Nasional di Beijing. “Jika Anda mengatakan ada persaingan antara China dan AS, ini harus menjadi kompetisi yang positif dan ini normal dalam hubungan internasional.”

Ucapannya ini muncul saat strategi keamanan dan pertahanan nasional AS yang terbaru mencantumkan China sebagai “saingan strategis” dan meminta tanggapan ekonomi, militer dan teknologi yang kuat untuk menghadapi hal tersebut. Washington juga telah berjanji untuk melakukan tindakan perdagangan yang lebih keras terhadap China, termasuk memberlakukan tarif berat untuk impor baja dan aluminium.

Penasehat ekonomi utama China Liu He masih belum tahu siapa yang harus diajak bicara di AS tentang perdagangan.

China hanya menyumbang sekitar 3 persen impor baja ke AS, jauh di bawah 41 persen yang diproduksi oleh Kanada, namun para kritikus khawatir bahwa administrasi Trump dapat melanjutkan tindakan perdagangan lebih lanjut yang menargetkan China, di tengah tuduhan pemerintah AS tentang praktik perdagangan yang tidak adil.

Wang menggambarkan sanksi perdagangan Washington sebagai “solusi yang salah”, dengan mengatakan bahwa mereka akan merusak kedua belah pihak. “China akan mengambil respon yang sah dan perlu,” katanya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahannya telah meminta China untuk membantu memangkas surplus perdagangannya yang besar dengan AS.

Trump mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Rabu: “China telah diminta untuk mengembangkan sebuah rencana untuk tahun pengurangan satu miliar dolar dalam defisit perdagangan besar mereka dengan Amerika Serikat.”

Administrasi Trump juga mempertimbangkan hukuman yang luas, termasuk tarif lebih lanjut mengenai impor China dan pembatasan investasi teknologinya di AS, kata beberapa sumber, menyusul sebuah penyelidikan AS mengenai dugaan pencurian kekayaan intelektual AS.

Beijing mengatakan akan bekerja sama dengan negara-negara lain yang terkena dampak rencana tarif Trump untuk melindungi kepentingannya. Ini mengangkat kekhawatirannya pada sebuah pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia pada hari Rabu di mana 17 anggota WTO lainnya juga menyatakan oposisi mereka.

Juru bicara WTO Keith Rockwell mengatakan: “Banyak yang mengatakan bahwa mereka takut pembalasan tit-for-tat, yang bisa lepas kendali, merusak ekonomi global dan sistem perdagangan multilateral.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.